Intensitas Hujan Masih Tinggi, Pemprov Jabar Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Pemprov Jabar bersama BNPB dan BMKG, guna mengurangi intensitas hujan mencegah banjir, nyatanya belum maksimal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Pemprov Jabar bersama BNPB dan BMKG, guna mengurangi intensitas hujan mencegah banjir, nyatanya belum maksimal.
Operasi modifikasi cuaca yang telah dilakukan sejak 11 Maret 2025 lalu, kali ini diintensifkan dua kali lipat karena pola yang selama ini dilaksanakan belun mampu mengurangi intensitas hujan.
Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan, per Minggu 16 Maret 2025 kemarin pihaknya mulai melakukan modifikasi cuaca dua kali lipat.
"Malam hari kita belum ada treatment. Tadi kami sudah komunikasi dengan Deputi BNPB. Mulai malam ini dilakukan operasi modifikasi cuaca malam," ujar Sekda Herman di Kantor Bappeda Jabar baru-baru ini.
Sebab kata dia, selama ini modifikasi cuaca hanya dilakukan pada siang hari. Sementara intensitas hujan di malam hari meningkat, sehingga perlu dilakukan modifikasi cuaca serupa dengan menaburkan Natrium Klorida ke awan.
"Tiga (kali) di siang dan tiga di malam. Itu langsung di handle BNPB," imbuhnya.
Modifikasi cuaca dilakukan dengan menerbangkan pesawat dari Lanud Husein Sastranegara, yang mengangkut 2,4 ton Natrium Klorida (NaCl) perhari.
Dengan adanya peningkatan intensitas ini, maka sehari pesawat akan melakukan enam kali, mengangkut 4,8 ton NaCl dalam operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah Jabar dengan potensi curah hujan tinggi, mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.
Editor : Doni Ramdhani

