Gabah Naik, Komisi II Sebut Seimbang dengan Biaya Produksi

Pemerintah resmi menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut mulai berlaku sejak tanggal 24 Januari 2025. Padahal saat ini harga gabah di Kabupaten Cirebon sudah mencapai Rp. 8.300 per kilo.

Gabah Naik, Komisi II Sebut Seimbang dengan Biaya Produksi
Pemerintah resmi menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut mulai berlaku sejak tanggal 24 Januari 2025. Padahal saat ini harga gabah di Kabupaten Cirebon sudah mencapai Rp. 8.300 per kilo.

INILAHKORAN, Cirebon-Pemerintah resmi menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut mulai berlaku sejak tanggal 24 Januari 2025. Padahal saat ini harga gabah di Kabupaten Cirebon sudah mencapai Rp. 8.300 per kilo.

Kebijakan ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 22 Januari 2025. Dengan aturan ini, Perum Bulog diwajibkan membeli gabah petani dengan harga standar guna menjaga kestabilan pasar dan kesejahteraan petani.

Kondisi tersebut disikapi Ketua komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno. Dia menilai, HPP penting agar petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak. Mengingat biaya produksi pertanian yang tidak sedikit.

"Pemerintah memberlakukan HPP Karena produksi pertanian cukup mahal. Dari mulai benih hingga panen. Makanya pemerintah mungkin sudah menghitung dengan HPP gabah kering itu. Petani itu sebetulnya layak mendapatkan keuntungan," ujarnya kepada wartawan, Kamis 30 Januari 2025.

Cakra menyebut, dengan adanya batasan harga minimal ini, petani tetap bisa menjual hasil panennya dengan harga yang tidak merugikan mereka. 
Kalau misalkan harga di atasnya HPP, petani sejahtera. Artinya ada batas ambang minimal harga ecerannya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa harga HPP ini nantinya akan berdampak pada harga beras di pasaran. Nantinya, yang terkena imbas adalah  masyarakat karena otomatis harga beras akan naik.

Cakra memastikan, stok beras di wilayah Cirebon cukup aman hingga Lebaran. Itu berdasarkan hasil kunjungannya ke Bulog.
Saat ini, produksi gabah surplus, untuk target di Jawa Barat.

"Cirebon juga surplus jika dibandingkan dengan rasio jumlah penduduk. Karena data bulog ada sekitar 90 ribu ton gabah," ungkapnya. 

Cakra melihat, Jika harga gabah di pasaran tidak terkendali, Bulog memiliki mekanisme untuk menstabilkan harga melalui operasi pasar. Artinya kalau pun harga tidak terkontrol, maka sesungguhnya Bulog itu bisa melaksanakan operasi pasar. Salah satunya adalah pengadaan beras.

Terkait kualitas gabah, Cakra menegaskan Bulog tidak membedakan kualitas dan varietas. Kalau HPP itu tidak memandang varietas, yang pasti Bulog akan membeli dengan harga HPP.

"Petani selalu berusaha mendapatkan harga terbaik untuk hasil panennya. Sehingga HPP menjadi patokan yang memastikan harga jual tetap seimbang dengan biaya produksi," tukasnya. ***


Editor : JakaPermana