Gaet Petani Milenial Melalui Kujang Festival

Sektor pertanian sebenarnya memiliki prospek yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik. Sayangnya sampai saat ini sebagian besar masyarakat, terutama kaum milenial masih beranggapan jika bertani tidak cukup menguntungkan secara ekonomi.

Gaet Petani Milenial Melalui Kujang Festival
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Karawang – Sektor pertanian sebenarnya memiliki prospek yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik. Sayangnya sampai saat ini sebagian besar masyarakat, terutama kaum milenial masih beranggapan jika bertani tidak cukup menguntungkan secara ekonomi.

Atas dasar itu, selama ini pemerintah dan stakeholder terkait,  terus berjibaku melakukan berbagai inovasi supaya sektor pertanian ini tetap diminati, terutama oleh generasi muda. Apalagi, pemerintah menargetkan 2045 mendatang Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

PT Pupuk Kujang Cikampek, punya cara unik untuk memikat supaya sektor pertanian itu digandrungi kaum milenial. Yakni, dengan menggelar kegiatan yang dibungkus festival. Dalam Festival Kujang yang bertema ‘Solusi Andal Agribisnis’ itu, juga sekaligus menjadi langkah penghubung antara konsumen dan pelaku budidaya.

“Kujang Festival ini sengaja kami gelar, tujuannya untuk menggenjot minat generasi muda terjun ke sektor pertanian dan mempercepat regenerasi petani di dunia pertanian Indonesia,” ujar Dirut PT Pupuk Kujang Cikampek, Bambang Eka Cahyana, Sabtu (7/3/2020).

Bambang menjelaskan, dalam festival itu ada beberapa kegiatan yang digelar. Di antaranya, sharing pengetahuan antar peserta, talkshow Agribisnis bertema ‘Industri Pertanian Hulu-Hilir (Agribisnis)’ dan talkshow modern farming tentang teknologi budidaya anggur dan buah tin yang saat ini tengah digemari oleh masyarakat.

“Jadi, Festival ini juga menjadi ajang untuk eduwisata,” kata dia.

Dalam acara Kujang Festival ini, sambung dia, juga diadakan workshop yang boleh diikuti oleh anggota komunitas, pengunjung umum atau karyawan. Workshop ini membahas mengenai penanaman hidroponik, tambulampot (tanaman tumbuh dalam pot) dan Budidaya Kopi & Coffee Art. Diharapkan melalui workshop ini juga masyarakat akan memahami bagaimana mendapatkan hasil panen yang maksimal dalam budidaya produknya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo yang hadir dalam kesempempatan itu menuturkan, pertanian nasional membutuhkan kontribusi dari generasi muda. Generasi muda dapat mengambil peran di peningkatan produktivitas pertanian melalui meningkatkan penerapan sains dan teknologi dalam sektor pertanian.

“Kementerian Pertanian sudah menerapkan target peningkatan produksi hingga mencapai tujuh persen untuk semua komoditas. Di sini dibutuhkan penerapan sains dan teknologi yang dapat diaplikasikan generasi muda yang sangat familiar dengan teknologi dan digital itu sendiri. Perbanyaklah turun ke lapangan agar kita tahu apa yang dihadapi oleh petani di lapangan dan bersama mencari solusinya,” ujar Mentan singkat. (Asep Mulyana)


Editor : Bsafaat