Gagal Pilwalkot, Nurul Arifin Fokus Nyaleg
Usai gagal di Pilwalkot Bandung 2018, Nurul Arifin berganti haluan.? Dia disibukan denga persiapan sebagai calon anggota legislatif DPR RI.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Usai gagal di Pilwalkot Bandung 2018, Nurul Arifin berganti haluan. Dia disibukan denga persiapan sebagai calon anggota legislatif DPR RI.
Nurul akan bertarung di Daerah Pemilihan Jawa Barat I, meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Sebagai kendaraannya, mantan aktris era 1990-an ini tetap setia bersama Partai Golkar.
Guna meneruskan perjuangannya, Nurul berharap pemilihnya di Pilwalkot Bandung 2018 bisa tetap loyal memberikan dukungan. Kala itu, dia bersama Chairul Yaqin Hidayat berhasil mengumpulkan 301.418 suara.
"Kalau sekarang kehadiran sekarang di sini meneruskan silaturahmi Pilwalkot kemarin. Harapan saya sisa suara yang pernah memilih saya di Pilwalkot ini bisa diteruskan untuk pemilu legislatif tahun depan," kata Nurul di Bandung, Senin (26/11/2018).
Nurul menuturkan, kali ini cakupan dan tujuannya jelas berbeda dengan Pilwalkot Bandung, pemikirannya tertuju untuk mengembangkan isu nasional. Meski begitu, pengalamannya selama berjuang di Pilwalkot 2018 dijadikan bekal dalam mengawal kebutuhan masyarakat di perkotaan yang dinilainya masih dihadapkan pada segudang persoalan.
"Kalau saya sih melihat Bandung ini sebagai salah satu kota metropolitan semua instrumen, fasilitas dan kebijakan merepresetasikan kota metropolitan dan ibu kota provinsi. Masalah air, kebersihan, dan macet itu masalah sudah biasa di sini, bisa dibawa ke nasional agar lebih mensejahterakan rakyat. Kalau ditingkat lokal ada DPRD dan sebagainya," ujarnya.
Sekalipun berbeda fungsi antara legislatif dan eksekutif, namun bagi Nurul urusan masyarakat tetap dipandang sebagai alasan utamanya keukeuh berjuang di kancah politik. Dia berharap mampu mengulang kesuksesannya di Pileg 2004 dan 2009 lalu ketika berhasil melenggang ke Senayan.
"Sebetulnya kekuasaan ada pada eksekutif, tapi ke atasnya kita bisa membantu mendorong apa yang diperlukan, karena kalau di parlemen tidak bisa secara langsung. Tapi jelas mengedepankan apa yang menjadi harapan kita," terangnya.
Di dapil Jabar I ini menjadi medan pertempuran sengit lantaran bertabur artis di dalamnya. Selain Nurul, Partai Golkar juga menerjunkan penyanyi lawas, Tetty Kadi.
Kemudian ada aktor dan presenter, Nico Siahaan dan pesinetron Kirana Larasati yang maju dari PDIP untuk mengincar kursi PDR RI. Presenter dan aktor senior, M Farhan juga diandalkan Partai Nasdem untuk bertarung di dapil Jabar I bersama penyanyi Citra Skolastika.
Selanjutnya ada vokalis band Nidj, Giring Ganesha yang mencoba debutnya di kancah politik sebagai caleg dari PSI di Jabar I. Lalu aktris Virnie Ismail melalui PAN dan presenter sekaligus mantan atlet bulutangkis, Ricky Soebagja yang maju dari Partai Demokrat.
"Buat saya ini hal yang biasa, yang saya hadapi setiap Pileg, setiap 2004 selalu dapil panas, ini kembali ke bandung banyak bintang, buat saya sudah biasa, dimanapuin kontestasi itu pasti ada kompetisi dan persaingan, buat saya asal fair nggak apa-apa, karena pertempuran tanpa persaingan itu non sense, jadi saya menikmati pertempuran ini," pungkasnya.
Editor : inilahkoran

