Gagas Green Economy, BI Jabar Tanam 500 Bibit Pohon di Kawawan Bandung Utara
BI Jabar menyebarluaskan konsep Green Economy kepada masyarakat. Satu aksinya dengan menanam bibit pohon di Kawasan Bandung Utara (KBU).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - BI Jabar menyebarluaskan konsep Green Economy kepada masyarakat. Salah satu aksinya, perwakilan lembaga bank sentral itu menanam bibit pohon di Kawasan Bandung Utara (KBU).
Dalam aksi bersama masyarakat itu, BI Jabar menanam sebanyak 500 bibit pohon di Kawasan Bandung Utara (KBU). Selain untuk konservasi, Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan penanaman pohon itu pun diharapkan bisa memberikan pemberdayaan masyarakat melalui konsep Green Economy.
Dia menyebutkan, aksi BI Jabar itu diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat luas terkait pentingnya menjaga lingkungan. Konsep Green Economy itu pun sejalan dengan tujuan konservasi di Kawasan Bandung Utara (KBU).
Baca Juga: 2022, BI Jabar Yakini Ekonomi Bangkit
Menurutnya, luas lahan kritis di Jabar masih tergolong luas. Hingga kini, sedikitnya terdapat 700 ribu hektare yang berpotensi menyebabkan bencana seperti longsor, erosi, dan banjir. Sekitar 19 ribu hektare di antaranya berada di Kawasan Bandung Utara (KBU).
Melalui Program Sosial Bank Indonesia - Dedikasi untuk Negeri, aksi penanaman pohon itu dilakukan di Desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Selain berfungsi konservasi, 500 bibit pohon yang ditanam itu juga bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat khususnya dari sisi ekonomi.
"Dengan agroforestri ini, kita bisa berharap dari sisi pemberdayaan ekonominya. Jadi tidak hanya dari konservasi saja," kata Herawanto usai penanaman pohon, Jumat 10 Desember 2021.
Baca Juga: BI Jabar Agresif Terapkan Protokol Kesehatan Pandemi Covid-19
Herawanto berharap dengan penanaman pohon ini, masyarakat selaku pemilik lahan setidaknya mampu memenuhi kebutuhan pangannya terutama buah-buahan. Terlebih, saat ini harga pangan menjadi salah satu faktor meningkatnya inflasi.
"Kami menggagas Green Economy, Gubernur Jabar juga sudah menggagas hal itu agar bisa berkontribusi terhadap ekonomi. Tak hanya itu, penanaman pohon ini juga menjamin sumber daya alam kita untuk tetap lestari," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Jabar Epi Kustiawan bersyukur dengan adanya pihak-pihak yabg berkontribusi terhadap penghijauan. Terlebih, jumlah lahan kritis di wilayahnya masih sangat luas mencapai 700 ribu hektare di seluruh Jabar.
Baca Juga: BI Jabar Mulai Digitalisasi Pedagang Pasar Tradisional
Dia pun menyebutkan, untuk mengatasi hal itu pihaknya menggagas program 50 juta penanaman pohon. Hingga saat ini, menurutnya terdapat 53 juta pohon yang ditanam sejak program tersebut diresmikan.
"Tapi, dengan 50 juta pohon yang ditanam itu, perbaikan lahan kritisnya hanya 125 ribu hektare," imbuhnya. (dnr)
Editor : inilahkoran

