Gandeng IMF Solo, Cirebon Siap Gelar Festival Topeng Internasional di Goa Sunyaragi

Disbudpar Kota Cirebon, bakal menggelar Festival Topeng Internasional November 2026

Gandeng IMF Solo, Cirebon Siap Gelar Festival Topeng Internasional di Goa Sunyaragi
Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya

INILAHKORAN.ID – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, bakal menggelar Festival Topeng Internasional pada November 2026. 

Ajang ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat promosi wisata budaya sekaligus memperkenalkan seni topeng khas Cirebon ke kancah global.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya menyampaikan, perhelatan skala internasional ini terlaksana berkat kolaborasi dengan International Mask Festival (IMF) Solo yang telah berpengalaman menggelar agenda serupa selama belasan tahun.

"Tahun ini skalanya internasional karena kami berkolaborasi dengan IMF Solo. Penyelenggaraan bersama ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi Kota Cirebon dalam menggelar agenda budaya bertaraf internasional," ujar Agus di Cirebon seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/7/2026).

Rangkaian Acara dan Keikutsertaan Negara Sahabat

Rangkaian festival ini akan dimulai di Solo pada 13–14 November 2026, dilanjutkan dengan prosesi penjemputan delegasi pada 15 November, dan puncak pementasan di Kota Cirebon pada 16 November 2026.

Agus menyebutkan, sejauh ini sudah ada tiga negara yang mengonfirmasi keikutsertaannya, yakni Korea Selatan, Myanmar, dan Malaysia. Sementara itu, panitia masih menunggu konfirmasi lanjutan dari dua grup kesenian asal Korea Selatan, serta delegasi dari Spanyol dan Taiwan.

Puncak perhelatan Festival Topeng Internasional ini dijadwalkan berlangsung di kawasan cagar budaya Taman Air Goa Sunyaragi, salah satu ikon wisata sejarah di Kota Cirebon.

Lokakarya dan Hibah Koleksi Museum Topeng

Selain menyajikan pertunjukan seni, Disbudpar Kota Cirebon juga merancang sesi lokakarya (workshop) yang melibatkan para seniman mancanegara sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan budaya.

Sebagai langkah diplomasi budaya, Agus mengusulkan agar topeng-topeng yang dibawa oleh para peserta dari berbagai negara dapat dihibahkan kepada pihak pengelola di Cirebon.

"Nanti topeng-topeng dari negara peserta bisa dihibahkan ke Cirebon untuk menambah koleksi Museum Topeng. Hal ini diharapkan dapat makin meningkatkan daya tarik Kota Cirebon sebagai destinasi wisata budaya tingkat dunia," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti