Garap Pasar AC Potensial, Midea Bidik 2.000 Unit Terjual di Bandung

Midea Electronics Indonesia menilai Bandung sebagai ibu kota Jabar merupakan pasar pendingin ruangan (AC) potensial yang bakal digarap serius.

Garap Pasar AC Potensial, Midea Bidik 2.000 Unit Terjual di Bandung
Product Manager Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia Ighvar Rabbigfirly mengatakan, akhir-akhir ini suhu Bandung tak sedingin seperti puluhan tahun sebelummnya. (doni ramdhani)

INILAHKORAN, Bandung - Midea Electronics Indonesia menilai Bandung sebagai ibu kota Jabar merupakan pasar pendingin ruangan (AC) potensial yang bakal digarap serius.

Product Manager Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia Ighvar Rabbigfirly mengatakan, akhir-akhir ini suhu Bandung tak sedingin seperti puluhan tahun sebelummnya. 

Dia mengakui, belakangan penjualan AC di Bandung meningkat relatif signifikan. Untuk itu, Midea terus melakukan sejumlah riset dan inovasi untuk menghasilkan produk yang bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Menurutnya, Midea meluncurkan AC Split Inverter Series dengan kapasitas ½ PK. Produk AC itu memiliki teknologi terbaru yang membuatnya lebih relatif hemat listrik. 

"Dengan peluncuran produk baru ini, kita menargetkan Bandung bisa menyumbangkan 20 persen penjualan nasional yang mencapai 10 ribu unit. AC Midea Split Inverter ini dilengkapi solusi freon yang ramah ozone," kata Ighfar di Bandung, Selasa 1 Oktober 2024.

Dia menuturkan, sejauh ini Midea mengandalkan pabrik manufaktur di Thailand, India, dan Cina. Pabrik yang merakit semua komponen buatan sendiri itu memiliki kapasitas produksi hingga 900 ribu-1 juta unit per tahun.

Rencananya, guna menambah kapasitas yang kini dimiliki berupa gudang besar di Jakarta dan Surabaya, Midea bakal membuka pabrik AC di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi yang ditargetkan akan digelar pada akhir 2024 ini.

Sementara itu, Branch Manager Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia Zulfikar Azies pihaknya pun melengkapi pabrik dengan layanan purnajual yang dibutuhkan konsumen.

Midea, kata dia, menjawab kebutuhan konsumen rumah tangga di Indonesia akan AC yang tahan lama dan hemat listrik. Menurutnya, AC dengan kapasitas ½ PK ini bisa menjadi pilihan baru bagi konsumen, setelah sebelumnya AC Inverter 1 PK Midea berhasil di pasar dalam negeri.

AC Midea Split Inverter dilengkapi dengan fitur iECO Mode yang menjaga AC tetap dingin selama 8 jam dengan penggunaan listrik hanya 1,18 kWh (setara dengan Rp1.000-an per hari). Dengan waktu pemakaian harian yang sama, AC Midea Inverter lebih hemat dua kali lipat dari produk serupa yang memakan biaya listrik hingga 2,8 kWh. 

“Teknologi hemat energi yang tertanam melalui fitur-fitur pada setiap produk elektronik Midea khususnya AC juga merupakan salah satu langkah nyata kami mendukung program yang terus digalakkan pemerintah yaitu terkait penghematan energi,” ujarnya. 

Kinerja AC Midea Split Inverter didukung teknologi Inverter Quattro yang dapat menyesuaikan kecepatan kerja kompresor pada unit outdoor sehingga suhu ruangan lebih stabil. Dengan demikian, AC berkekuatan ½ PK ini sangat cocok digunakan di ruangan rumah seperti kamar tidur.

Dia juga menjamin AC Midea Split Inverter ini relatif awet dan tahan lama. AC ini dilapisi dengan HyperGrapfins dan U Bend Coating. HyperGrapfins yakni lapisan atom karbon yang 12,5 kali lebih tahan korosi sehingga cocok untuk penggunaan jangka panjang. HyperGrapfins melapisi bagian konsendor pada outdoor unit yang dapat menjaga ketahanan kisi-kisi yang terdapat pada kondensor dari korosi sampai dengan 20 tahun. 

Sedangkan, U Bend Coating adalah dua ujung evaporator yang dilapisi dengan polimer ramah lingkungan untuk mencegah pipa tembaga tercemar dan terkorosi dari polutan udara sehingga lebih aman dan tahan lama.

Di Cirebon dan Bandung, customer bisa mendapatkannya di toko elektronik AIO Premium Store, Jalan Pekarungan No 15 Cirebon, Duta Nada Jalan Braga No 46 Braga Bandung, dan Login Jalan ABC No 44-46 Braga Bandung.


Editor : Doni Ramdhani