Garuda Muda Melaju ke Perempat Final Piala Asia U-17 2025: Muhammad Kusnaeni Ingatkan Publik Jangan Nilai Kemenangan Hanya dari Skor

Kemenangan 2-0 yang diraih Timnas U-17 Indonesia atas Afghanistan pada laga pamungkas Grup C Piala Asia U-17 2025, Jumat (10/4) dini hari WIB, memicu beragam reaksi dari publik sepak bola tanah air.

Garuda Muda Melaju ke Perempat Final Piala Asia U-17 2025: Muhammad Kusnaeni Ingatkan Publik Jangan Nilai Kemenangan Hanya dari Skor
Garuda Muda Melaju ke Perempat Final Piala Asia U-17 2025: Muhammad Kusnaeni Ingatkan Publik Jangan Nilai Kemenangan Hanya dari Skor

INILAHKORAN, Bandung – Kemenangan 2-0 yang diraih Timnas U-17 Indonesia atas Afghanistan pada laga pamungkas Grup C Piala Asia U-17 2025, Jumat (10/4) dini hari WIB, memicu beragam reaksi dari publik sepak bola tanah air.

Meski hasil tersebut memastikan Garuda Muda lolos ke perempat final sebagai juara grup dengan koleksi sembilan poin sempurna, tidak sedikit yang menilai performa anak-anak asuh Nova Arianto kurang meyakinkan.

Namun, pengamat sepak bola nasional, Muhammad Kusnaeni, meminta publik untuk tidak menilai laga tersebut hanya dari skor akhir semata. Ia menilai bahwa pertandingan melawan Afghanistan memiliki konteks yang berbeda dibanding dua laga sebelumnya.

“Hasil pertandingan melawan Afganistan mungkin kurang memuaskan bagi sebagian pecinta sepak bola Indonesia. Meskipun timnas U-17 menang, tapi skor 2-0 bagi sebagian orang dirasa kurang meyakinkan,” ujar Kusnaeni dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan bahwa laga melawan Afghanistan sudah tidak lagi menentukan posisi Indonesia sebagai juara Grup C. Hal ini membuat pelatih Nova Arianto memutuskan untuk merotasi pemain secara signifikan, hanya menyisakan empat pemain inti dalam starting eleven.

Sisanya, Nova memberikan kesempatan bagi para pemain pelapis untuk tampil dan unjuk kemampuan.

“Penampilan melawan Afghanistan tidak boleh hanya diukur dari skor akhirnya semata. Sehingga coach Nova sengaja tidak menurunkan tim terbaiknya dan memilih merotasi sebagian besar pemain,” lanjut Kusnaeni.

Akibat rotasi besar tersebut, performa Indonesia di lapangan memang terlihat kurang greget dan kerap melakukan kesalahan. Kedua gol kemenangan pun baru tercipta menjelang akhir laga lewat aksi Alfredo Hengga dan Muhammad Zahaby Gholy.

Meski begitu, Kusnaeni menilai langkah Nova sebagai keputusan yang tepat dan strategis. Baginya, rotasi ini penting untuk mengevaluasi kedalaman skuad dan memberikan pengalaman bermain bagi seluruh pemain.

“Tapi, sebetulnya, banyak sisi positif yang didapat di luar hasil akhirnya. Terutama kesempatan pelatih melihat seluruh potensi pemain yang dibawa ke Piala Asia ini,” ungkapnya.

“Pelatih perlu mengetahui potensi dan kapasitas seluruh pemain yang ada. Hal itu penting untuk memetakan kekuatan tim menuju Piala Dunia U-17 pada November mendatang,” tambahnya.

Dengan hasil ini, Timnas U-17 Indonesia dipastikan akan menghadapi runner-up Grup D di babak perempat final yang digelar pada 14 April mendatang.

Saat ini, Korea Utara memuncaki klasemen Grup D dengan empat poin, disusul Tajikistan dan Oman yang sama-sama mengumpulkan tiga poin. Pertandingan terakhir grup tersebut baru akan digelar Jumat malam, sehingga lawan Indonesia baru akan diketahui setelah itu.

Menutup analisanya, Kusnaeni mengingatkan agar seluruh pihak tidak terlalu sibuk memilih lawan, namun fokus pada persiapan optimal menuju babak gugur.

“Tak perlu buang energi memikirkan atau memilih lawan di fase gugur nanti. Fokus saja menyiapkan kondisi para pemain agar semuanya bugar dan prima untuk perempat final,” pungkasnya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan