Garut Belum Bebas Rabies, Terjadi 46 Kasus Gigitan Hewan Dominan Anjing

Sejak Januari hingga Agustus 2021, Diskanak Kabupaten Garut mencatat di daerahnya terjadi sebanyak 46 kasus gigitan hewan penular rabies.

Garut Belum Bebas Rabies, Terjadi 46 Kasus Gigitan Hewan Dominan Anjing

INILAHKORAN, Garut - Sejak Januari hingga Agustus 2021, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut mencatat di daerahnya terjadi sebanyak 46 kasus gigitan hewan penular rabies terhadap manusia.

Dari jumlah kasus tersebut dominan berupa kasus gigitan hewan jenis anjing.
Namun, dari jumlah kasus gigitan hewan itu tak ada yang menunjukkan gejala rabies.

"Tidak ada yang menunjukkan gejala rabies. Biasanya kasus gigitan dikarenakan adanya provokasi," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diskanak Garut Agustina, Rabu 29 September 2021.

Baca Juga: Sudah 44 Tahun Tak Ada Kasus Rabies di Purwakarta

Kendati tak ditemukan kasus rabies dari 46 kasus gigitan hewan itu, dia menegaskan hingga saat ini Kabupaten Garut masih belum bebas rabies.

Untuk itu, dia meminta masyarakat yang memelihara atau memiliki hewan penular rabies untuk senantiasa memberikan vaksin rabies secara rutin setiap tahun. Untuk mendapatkan vaksin tersebut, masyarakat dapat mengunjungi pusat kesehatan hewan (Puskeswan) terdekat.

"Di Puskeswan, tersedia vaksin rabies. Kalau untuk ketersediaan vaksin anti rabies yang di Pueskesmas (Puskesmas), kami kurang tahu," ujarnya.

Baca Juga: Puskeswan Laladon Ingatkan Bahayanya Virus Rabies

Guna mencegah penularan kasus rabies, lanjut Agustina, pihaknya sudah melakukan vaksinasi rabies di Kabupaten Garut sekitar 700 dosis. Sosialisasi terhadap masyarakat di sejumlah tempat akan pentingnya kesadaran masyarakat tentang bahaya rabies, serta vaksinasi dan konsultasi kesehatan hewan pun giat dilakukan dalam sepekan terakhir. Sasarannya termasuk anak-anak sekolah.

Kabupaten Garut berdasarkan data sistem otomasi Karantina Pertanian tercatat merupakan salah satu daerah terbesar pemasok anjing ke pulau Sumatera dari pulau Jawa.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan mencatat, selain anjing hewan penular virus rabies melalui gigitanya itu yakni kera, musang, dan kucing. (zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran