Garut Kewalahan Atasi Lonjakan Kasus Covid 19, Bupati Rudy Gunawan Minta RS Lakukan Ini...

Buntut lonjakan kasus Covid 19, Bupati Garut Rudy Gunawan meminta beberapa rumah sakit (RS) menambah ketersediaan tempat tidur.

Garut Kewalahan Atasi Lonjakan Kasus Covid 19, Bupati Rudy Gunawan Minta RS Lakukan Ini...
Bupati Rudy Gunawan meminta beberapa RS menambah kapasitas tempat tidur buntut lonjakan kasus positif Covid 19.

INILAH, Garut- Lonjakan kasus positif Covid 19 di Kabupaten Garut kian meninggi. Bupati Rudy Gunawan pun langsung mengambil langkah antisipatif.

Terkait lonjakan kasus positif Covid 19 di Garut, Rudy Gunawan meminta Dinas Kesehatan, Rumah Sakit (RS) Swasta serta RSUD dr. Slamet dan RSUD Pameungpeuk menambah ketersedian tempat tidur (bed).

Tak hanya itu, Rudy Gunawan meminta RS terkait terus melaporkan penambahan tempat tidur untuk para pasien positif Covid 19 di Garut itu.

Baca Juga: 3 Titik Kelemahan Pria yang Wajib Wanita Tahu, Ustadz Abdul Somad: Biar Terhindar dari Dosa!

"Kami minta supaya besok melaporkan penambahan (bed)nya berapa. Tadi Rumah Sakit Guntur kan menjadi 125, RSUD Dokter Slamet 150, sudah 175. Kalau rumah sakit-rumah sakit swasta yang tiga itu misalnya bisa 100. Jadi, besok sudah di angka 375, ditambah RSUD Pameungpeuk. Jadi kita mempunyai 425 bed," kata Rudy Gunawan.

Rudy meminta warga terkonfirmasi positif yang tak bergejala agar melakukan isolasi mandiri. Pihak puskesmas pun diperintahkan tetap memberikan obat-obatan bagi mereka.

Menurut Rudy, pihaknya sudah menyiapkan beberapa isolasi terpusat (isoter) yang bisa digunakan masyarakat yang rumahnya tidak layak digunakan untuk isolasi mandiri.

Baca Juga: Sinopsis Film Crazy Rich Asians, Tayang Malam Ini di Bioskop TransTV

Penjemputan pasien terkonfirmasi positif Covid 19 akan dilakukan dengan melibatkan Tim Proklamasi dan Tim TNI.

"Di (Garut bagian) Selatan kita sudah siapkan hotel yang kemarin sudah dilakukan (pengecekan) oleh Pak Sekda dan Kadinkes. Di (Garut bagian) utara atau di kota, kita punya rusun, dan kita punya Islamic Center," ujarnya.

Sedangkan pasien terkonfirmasi positif Covid 19 bergejala berat atau memiliki riwayat komorbid (penyakit penyerta) akan dirawat di rumah sakit rujukan Covid 19.

Baca Juga: Hukum Wanita Memakai Parfum, Ustadz Adi Hidayat: Hati-hati Termasuk...

"Jangan sampai dirawat di Puskesmas kalau gejalanya berat. Kita tidak boleh mengambil resiko apapun terhadap keselamatan orang. Saya minta semuanya segera dikirim ke rumah sakit," tegasnya.

Data Dinas Kesehatan Garut menunjukkan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit (RS) di Garut per 12 Februari 2022 mencapai sebesar 57,14 persen atau sebanyak 116 unit tempat tidur terisi dari total sebanyak 203 unit tempat tidur tersedia di tujuh RS rujukan.

Baca Juga: Penggemar Serial Friends di China Ngamuk! Tayang Ulang dengan Sensor Termasuk Soal LGBT

Sedangkan keterisian tempat tidur di tempat isolasi terpusat mencapai sebanyak 8,54 persen atau sebanyak 14 tempat tidur terisi dari total sebanyak 164 unit tempat tidur tersedia di isoter Rusunawa dan Islamic Center.***(zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran