Ingin Wajah Cantik dan Mulus Bebas Jerawat Jamur atau Fungal, Kenali dan Lakukan Hal Ini

Tampil cantik dan mulus bebas dari jerawat merupakan impian setiap wanita. Berikut ini cara untuk dapat tampil cantik bebas dari jerawat

Ingin Wajah Cantik dan Mulus Bebas Jerawat Jamur atau Fungal, Kenali dan Lakukan Hal Ini
Ilustrasi kulit penuh dengan jerawat jamur. Jerawat merupakan masalah kulit yang umum dialami wanita sejak menginjak remaja hingga masa dewasa.

INILAHKORAN,Bandung,- Memiliki wajah cantik dan mulus bebas dari jerawat merupakan impian setiap wanita.

Sayang, bagi sebagian wanita tak jarang ganguan kulit seperti jerawat kerap kali muncul saat mulai beranjak dewasa atau akil balik hingga menuju dewasa muda.

Gangguan kulit yang terkadang menjengkelkan dirasakan mulai dari komedo, jerawat, kulit tampak kusam serta ganguan-ganguan lainnya.

Salah satu masalah kulit yang umum dialami adalah jerawat yang membandel yang mungkin kurang dikenal seperti jerawat jamur atau "fungal acne".

Kendati kurang dikenal, jenis jerawat ini sama menyebalkannya dengan jenis-jenis jerawat lainnya.

Baca Juga: Hore! Jabar Bakal Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Lantas apa itu jerawat jamur dan bagaimana mengatasinya? Dokter kulit bersertifikat dan profesor klinis dermatologi dari New York University Langone, Adele D. Haimovic, memberi penjelasan mengenai jenis jerawat ini dan cara mengatasinya.

Jerawat jamur berbeda dengan jerawat biasa yang pada umumnya terjadi akibat sumbatan pada pori-pori dari produksi minyak berlebih dan bercampur kotoran. Jerawat jamur adalah jenis infeksi yang terbentuk di folikel rambut dan disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari ragi yang disebut Malassezia furfur, kata Haimovic dilansir dari laman Women's Health.

Jerawat jamur ini dikatakan Haimovic jarang muncul di area kulit muka. Meskipun bisa terjadi di area kulit muka, tapi biasanya jenis jerawat ini muncul di punggung, dada, atau lengan.

Baca Juga: Turut Antarkan Jawa Barat Juara Umum, UPI Sumbang 73 Medali bagi Jabar di PON XX Papua 2021

Lantas apa itu Malassezia furfur? Malassezia furfur adalah ragi yang secara alami terjadi pada kulit kita, pertumbuhan berlebih dapat menyebabkan jerawat jamur. Pertumbuhan berlebih ragi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kelembaban yang terperangkap karena terlalu lama mengenakan pakaian olahraga yang berkeringat, obat-obatan seperti antibiotik, atau tinggal di lingkungan yang hangat dan lembab di mana Anda lebih banyak berkeringat.

"Jerawat jamur umumnya disalahartikan sebagai jerawat yang terjadi di wajah karena bentuknya berupa jerawat dalam jumlah banyak, kecil-kecil dan biasanya memiliki bentuk dan ukuran yang serupa. Namun, tanda bahwa itu adalah jerawat jamur (dan bukan jerawat tradisional) adalah rasa gatal yang ditimbulkan oleh jerawat ini," ujar Haimovic.

Karena jerawat jamur disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan, maka jamur yang menjadi penyebab jerawat ini dapat merespon dengan baik terhadap perawatan antijamur, yang banyak dijual di toko obat atau kecantikan dan dapat dibeli tanpa resep dokter.

Baca Juga: Penantian Sembilas Belas Tahun, Kembalinya Piala Thomas ke Pangkuan Indonesia Terasa Sangat Istimewa

Haimovic menjelaskan bahan-bahan seperti ketoconazole, econazole nitrate, atau clotrimazole adalah jenis bahan aktif yang dapat digunakan untuk mengatasi jerawat jamur ini.

“Seringkali krim antijamur topikal akan efektif, namun antijamur oral mungkin diperlukan untuk (jerawat) yang lebih persisten dan sangat mengganggu,” katanya.

Sampo ketombe yang mengandung zinc pyrithione atau selenium sulfida juga dapat membantu melawan jerawat jamur. Anda dapat menggunakan ini seperti pembersih pada bagian tubuh yang mengalami jerawat jamur.

Lantas bagaimana cara mencegahnya? Beberapa penyebab umum jerawat jamur mudah untuk dihindari, seperti tidak terlalu lama mengenakan pakaian yang basah akibat keringat, memilih pakaian yang longgar dan mandi secara teratur jika Anda memiliki keringat berlebih jelas Haimovic.

Baca Juga: Miris! Puluhan Heritage di Cimahi Jarang Terekspos, Aktivis Heritage: Festival Film Bisa Jadi Wadahnya

"Antibiotik oral juga dapat mengubah flora kulit kita dan memungkinkan ragi tumbuh sehingga menghindari antibiotik bila memungkinkan akan sangat membantu," tutup Haimovic.***(Ghiok Riswoto)

 


Editor : inilahkoran