Varian Omicron Disebut Peneliti Lemahkan Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasan Resmi WHO

Varian Omicron Covid-19 disebut-sebut peneliti berpotensi melemahkan vaksinasi. WHO pun langsung memberi penjelasan resmi terkait hal ini.

Varian Omicron Disebut Peneliti Lemahkan Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasan Resmi WHO
Varian Omicron Covid-19 disebut-sebut bisa melemahkan efektivitas vaksinasi.

INILAHKORAN, Bandung- Belakangan, Varian Omicron yang mulai menyebar di beberapa negara diyakini sebagian peneliti mampu melemahkan efektivitas vaksinasi. Apa kata Organisasi Kesehatan Dunia, WHO?

Varian Omicron diyakini menyebar lebih cepat dari varian-varian lain, termasuk Delta. WHO lantas bicara soal efektivitas vaksinasi.

Menurut WHO Varian Omicron pertama kali menyebar di Afrika Selatan. Negara-negara yang menggaungkan percepatan vaksinasi kini mulai terancam.

Baca Juga: Indonesia Kudu Waspada! Varian Omicron Sudah Sampai di Singapura, Dua Pelancong Positif Terpapar

WHO dalam situs resminya mengaku telah bekerja sama dengan mitra teknis untuk memahami dampak potensial dari Varian Omicron.

Selain itu, WHO mengambil kesimpulan awal bahwa vaksinasi tetap menjadi senjata penting untuk mengurangi tingkat keparahan para pasien yang terpapar Varian Omicron.

"Vaksin tetap penting untuk mengurangi penyakit parah dan kematian, termasuk melawan varian dominan yang beredar, Delta. Vaksin saat ini tetap efektif melawan penyakit parah dan kematian," kata WHO dikutip dari keterangan resminya, Selasa 30 November 2021.

Soal efektivitas tes saat ini, WHO mengatakan tes PCR yang banyak digunakan terus mendeteksi infeksi, termasuk infeksi Varian Omicron.

Baca Juga: WHO Temukan Virus B.1.1.529 Covid-19 Varian Omicron di Afrika Selatan, Lebih Menyeramkan dari Varian Delta?

"Studi sedang berlangsung untuk menentukan apakah ada dampak pada jenis tes lain, termasuk tes antigen," ujarnya.

Di sisi pengobatan, WHO mengatakan Kortikosteroid dan IL6 Receptor Blockers masih akan efektif untuk menangani pasien dengan COVID-19 yang parah.

Perawatan lain akan dinilai untuk melihat apakah masih efektif mengingat perubahan pada bagian virus dalam varian ini.

Sebelumnya pada 26 November, WHO menetapkan varian Omricon (B.1.1.529) sebagai varian yang menjadi perhatian, atas saran dari Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus (TAG-VE).

Baca Juga: Cara Efektif Tak Terpapar Varian Omicron! Tempuh Langkah-langkahnya Ini Sesuai Rekomendasi WHO

Keputusan ini didasarkan pada bukti yang diberikan kepada TAG-VE bahwa Varian Omicron memiliki beberapa mutasi yang mungkin berdampak pada perilakunya. Misalnya, seberapa mudah menyebar atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

Informasi terkini

Para peneliti di Afrika Selatan dan di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami banyak aspek Varian Omicron.

Soal penularan, WHO mengatakan masih belum jelas apakah Varian Omicron lebih mudah menular dan menyebar dari orang ke orang dibandingkan dengan varian lain, termasuk Delta.

Jumlah orang yang dites positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena Varian Omicron. 

Baca Juga: Ini Gelaja-gejala Terpapar Varian Omicron Covid-19, Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi?

Tetapi studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Varian Omicron atau faktor lainnya.

Di sisi tingkat keparahan penyakit pun masih belum jelas apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan infeksi dengan varian lain, termasuk Delta.

Data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tetapi ini mungkin karena meningkatnya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron.

Saat ini, tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya.

Baca Juga: Omicron Lebih Ganas dari Varian Delta! Bisa Jadi Kebal Vaksinasi Kata Epidemiologi Defriman Djafri

Infeksi awal yang dilaporkan terjadi di kalangan mahasiswa—individu yang lebih muda yang cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan—tetapi memahami tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu.

Semua varian COVID-19, termasuk varian Delta, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan, sehingga pencegahan selalu menjadi kunci.

Baca Juga: Varian Omicron Covid-19 Belum Ditemukan, Warga Kota Bandung Harus Waspada

WHO menjelaskan, bukti awal menunjukkan bahwa mungkin ada peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron bagi orang yang sebelumnya memiliki COVID-19. Namun, WHO menegaskan informasi soal ini masih terbatas.

"Informasi lebih lanjut tentang ini akan tersedia dalam beberapa hari dan minggu mendatang," katanya.***


Editor : inilahkoran