Omicron Lebih Ganas dari Varian Delta! Bisa Jadi Kebal Vaksinasi Kata Epidemiologi Defriman Djafri

Varian Omicron diyakini lebih ganas dan menyebar lebih cepat. Selain itu, diyakini melemahkan efektivitas vaksinasi ganda.

Omicron Lebih Ganas dari Varian Delta! Bisa Jadi Kebal Vaksinasi Kata Epidemiologi Defriman Djafri
Varian Omicron Covid-19 diyakini lebih ganas dan juga mengancam masyarakat yang sudah divaksinasi ganda.

INILAHKORAN, Bandung- Varian Omicron (B.1.1.529) Covid-19 diyakini memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi. Masyarakat yang sudah divaksinasi ganda tetap terancam terpapar.

Omicron, disebut Ahli Epidemiologi dari Universitas Andalas, Defriman Djafri merupakan varian Covid-19 yang lebih ganas dari varian sebelumnya seperti Delta.

Defriman Djafri meminta masyarakat termasuk yang sudah menjalani vaksinasi ganda untuk waspada terhadap penyebaran varian Omicron ini.

"Omicron menyebar lebih cepat dan dapat menyebar di antara orang-orang yang sudah divaksinasi ganda atau dua kali," kata Defriam Djafri seperti dikutip InilahKoran dari Antara.

Baca Juga: Imbas Munculnya Varian Omicron Covid-19, Duel Young Boys vs MU Dipindahkan

Defriman Djafri menuturkan ada mutasi yang ekstensif dan secara signifikan dari sebelumnya, dan akibatnya sebagian dapat melewati perlindungan vaksin.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Omicron dengan status variant of concern (VoC), dan meyakini Omicron lebih mudah menular dari orang ke orang.

Variant of concern adalah varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan dan kematian. Dan Omicron termasuk di dalamnya.

Bahkan, varian virus corona yang masuk dalam kategori ini termasuk Omicron disebut memiliki kemampuan dalam memengaruhi efektivitas vaksin.

Baca Juga: Varian Omicron Covid-19 Belum Ditemukan, Warga Kota Bandung Harus Waspada

Meskipun penyebab belum jelas, katanya, peningkatan kasus hasil tes positif terus meningkat di Afrika Selatan. Dari sisi tingkat keparahan, juga belum jelas terkait dengan karakteristik Omicron.

Data awal memang melaporkan tingkat keparahan dengan terjadinya peningkatan tingkat rawatan rumah sakit di Afrika Selatan, dan jika dibandingkan dengan varian lain termasuk Delta, infeksi lebih parah.

Defriman mengatakan gejala yang dilaporkan memang tidak ada yang berbeda dengan varian lainnya. Namun, infeksi awal terjadi pada mahasiswa, usia muda yang cenderung memiliki gejala yang lebih ringan dari yang lain.

Baca Juga: Varian Omicron Mengancam Indonesia, Pemerintah Ubah Kebijakan Karantina, Berlaku Malam Ini

Berdasarkan data di GISAID, Afrika Selatan, Botswana, Hongkong, Australia, Israel, Italia, Kanada, serta Inggris sudah melaporkan adanya varian Omicron.

Varian Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada November 2021.

Merespons adanya varian baru tersebut, Defriman menuturkan kewaspadaan dan surveilans di Indonesia harus diperkuat agar cepat terdeteksi jika ada varian baru.

Terhadap kasus-kasus positif COVID-19 yang sudah dilaporkan, harus segera dilakukan pengurutan genom menyeluruh (whole genom sequencing) untuk mendeteksi varian virusnya.

Baca Juga: Varian Omicron Mengancam Indonesia, Pemerintah Ubah Kebijakan Karantina, Berlaku Malam Ini

Hanya dengan whole genom sequencing maka dapat diketahui ada tidaknya keberadaan varian baru di Indonesia.

Selain itu, masyarakat diharapkan tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat,dan capaian vaksinasi COVID-19 juga harus dikejar saat ini.***


Editor : inilahkoran