Pidato Pimpinan Gontor di Depan Prabowo Disorot: Pak Presiden, Sorry Ye!
Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal sampaikan pesan menohok di depan Presiden Prabowo Subianto. Simak kutipan pidato dan sikap tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pernyataan tegas Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, kembali menyedot perhatian publik.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan pidato lugas yang mengingatkan pentingnya aspek pendidikan dan kebijaksanaan dalam menyikapi sejarah.
Dengan gaya khasnya yang blak-blakan namun sarat makna, beliau tak ragu mengutarakan pandangannya secara langsung kepada kepala negara.
"Maaf ya Pak Presiden, saya ngomong tidak enak. Sorry ye!" ujar KH Hasan Abdullah Sahal dalam potongan pernyataannya.
Gontor Tegas Memilih Pendidikan dan Sejarah
Dalam pidatonya, KH Hasan Abdullah Sahal menekankan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor tetap konsisten menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Beliau juga memberikan pesan mendalam agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah dan terus belajar darinya.
"Jangan sekali-kali melupakan sejarah, bergurulah pada sejarah!"
"Gontor tidak puas! Gontor memilih, cerdaslah menyikapi sejarah," lanjutnya.
Selain soal pendidikan dan sejarah, sikap keteladanan KH Hasan Abdullah Sahal juga tercermin dari komitmennya terhadap prinsip kesederhanaan.
Dalam kutipan lainnya, pimpinan pesantren terkemuka ini menegaskan kesiapannya untuk dikritik apabila kehidupan pribadinya melebihi para santrinya.
"Jika makanan, pakaian, rumah, kendaraan saya 'lebih' daripada santri, boleh diprotes, dikritik, boleh didemo," tegas KH Hasan Abdullah Sahal.
Editor : Firda Rachmawati

