Sikap Doddy Sudrajat Acap Kali Kontroversial, Begini Penjelasan Pengamat Perilaku Selebritis Lutfi JW
Doddy akan mengadakan acara 40 hari kematian Vanessa Angel dengan konser musik yang dibawakan oleh adik Vanessa Angel, Mayang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ayah Vanessa Angel, Doddy Sudrajat tidak henti-hentinya menjadi sorotan publik.
Pasalnya, Doddy akan mengadakan acara 40 hari kematian Vanessa Angel dengan konser musik yang dibawakan oleh adik Vanessa Angel, Mayang.
Tak hanya itu, ramai diperbincangakn tentang rencana pemindahan makam Vanessa Angel ke dekat makam ibunya oleh Doddy Sudrajat.
Atas sikap kontroversial yang dipertontonkan Doddy Sudrajat membuat netizen justru menghujatnya.
Pengamat perilaku selebritis, Lutfi JW mengutarakan pendapatnya tentang perilaku kakek dari Gala Sky ini.
Dikutip dari kanal youtube Intens Investigasi, Lutfi JW mengungkapkan bahwa dibalik perilakunya yang kontroversial usai kematian Vanessa Angel ini, Doddy memiliki watak koleris dan melankolis.
"Sepanjang pengamatan saya, Doddy ini memiliki watak melankolis yang kuat, dimana watak ini memiliki sifat yang perfeksionis, sensitif, sangat cermat, dan detail. Dia sangat mahir dalam membuat rencana-rencana yang rumit" jelas Lutfi JW
Menurut pengamat perilaku ini melankolis memiliki sifat yang baperan, sehingga dia pemilik watak melankolis akan merasa dihina, tidak disenangi oleh orang lain.
Kemudian, Doddy Sudrajat memiliki watak koleris, sikap itu terlihat ketika Doddy Sudrajat yang keukeuh minta harta warisan anaknya, jadi dia bertekad meraup keuntungan dari harta warisan Vanessa Angel.
Baca Juga: Pemkab Garut Percepat Masa Tanggap Darurat Banjir Bandang
"Doddy Sudrajat ini juga punya sifat koleris yang kuat dimana ini menimbulkan kengototan dia, tekad dia untuk meraup semuanya," lanjut Lutfi JW
Lutfi JW menjelaskan bahwa watak yang dimiliki oleh mertua Bibi Ardiansyah ini bisa merugikan banyak pihak karena dia melakukan segala hal untuk kepuasan sendiri, bukan untk kepentingan orang lain.
"Kepribadian koleris-melankolis ini akan bermanfaat jika dimanfaatkan dalam porsi yang baik. Tapi, jika digunakan untuk kepuasan sendiri maka akan merugikan banyak pihak," tutupnya. ***(Hafshah Nurhabibah)
Editor : inilahkoran


