Baru Tayang, Drama Snowdrop Tuai Kontroversi hingga Muncul Petisi agar Dihentikan
Drama Snowdrop yang baru tayang dua episode menuai kontroversi hingga muncul petisi agar drama tersebut dihentikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Drama Snowdrop yang baru tayang dua episode menuai kontroversi hingga muncul petisi agar drama yang dibintangi Jisoo BLACKPINK itu dihentikan. Bahkan, petisi tersebut telah dikirim ke Blue House.
Sebelum Snowdrop ditayangkan, drama ini telah menuai kontroversi sejak terungkapknya sinopsis dari drama tersebut yang dinilai meremehkan gerakan pro-demokrasi.
Petisi sebelum penayangan Snowdrop itu pun telah disetujui lebih dari 200 ribu orang untuk penagguhan siara drama tersebut.
Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Senin 20 Desember 2021: Hubungan Rendy dan Catherine Kandas Karena Jessica?
Sebelumnya, tim produksi berjanji tidak akan melakukan distorsi sejarah di drama tersebut. Namun, dalam episode 1, yang ditayangkan baru-baru ini, pemeran wanita salah memahami pemeran utama pria sebagai mata-mata yang kemudian menyelamatkannya.
Tak sampai di situ, drama ini menjadi sorotan usai lagu 'Sola Blue Sola' diputar saat pemeran utama pria dikejar oleh pemeran utama pengganti yang merupakan anggota Nasional Perencaaan Keamanan.
“Lagu ini digunakan pada saat gerakan mahasiswa yang merupakan bagian dari gerakan demokratisasi, dan itu menekankan rasa sakit dan kemenangan mereka yang melakukan gerakan demokratisasi. Tidak dapat diterima bahwa lagu ini digunakan sebagai musik latar untuk orang yang berperan sebagai agen Perencanaan Keamanan Nasional pada 1980-an dan orang yang berperan sebagai mata-mata," tulis pernyataan di petisi dilansir dari KBIZOOM, Senin 20 Desember 2021.
Para pemohon di petisi tersebut khawatir bahwa drama Snowdrop dapat menanamkan pandangan sejarah yang salah tentang gerakan demokratisasi Korea, terlebih drama tersebut juga ditayangkan di layanan streaming Disney+.
Mereka menilai, drama-drama yang merusak nilai gerakan demokratisasi harus dihentikan dan berharap agar industri penyiaran di Korea akan berpikir dua kali tentang keseriusan distorsi sejarah.
Drama “Snowdrop” telah dikritik dari tahap produksi karena dicurigai meremehkan gerakan demokrasi dan mempercantik Badan Perencanaan Keamanan Nasional . Bahkan dari proses pra-produksinya, petisi yang meminta penangguhan produksi acara telah muncul, dan petisi tersebut telah memperoleh persetujuan dari lebih dari 200.000 orang.
Baca Juga: Netizen Dibuat Baper, Fuji Saling Lempar Gombalan dengan Adik Atta Halilintar
Drama JTBC “Snowdrop” telah menayangkan episode pertamanya pada 18 Desember. Pada saat siaran pertama, “Snowdrop” menyetel saluran Naver TALK menjadi pribadi, dan komentar pemirsa di papan buletin hanya dapat ditulis dalam artikel rahasia yang hanya dapat dilihat oleh penulis dan staf produksi.***
Editor : inilahkoran


