'All Of Us Are Dead' Jadi Serial Netflix Top 10 di 91 Negara

Drama zombie 'All Of Us Are Dead' jadi serial Netflix top 10 di 91 negara diseluruh dunia diantaranya Korea Selatan, Amerika, Italia.

'All Of Us Are Dead' Jadi Serial Netflix Top 10 di 91 Negara
'All Of Us Are Dead' Ja.di Serial Netflix Top 10 di 91 Negara

INILAHKORAN, Bandung - Serial terbaru Netflix, 'All Of Us Are Dead,' telah berhasil mendominasi chart peringkat Netflix di seluruh dunia.

Drama 'All Of Us Are Dead' telah berhasil menduduki 10 besar serial Netflix terbaik di 91 negara segera setelah ditayangkan perdana.

Menurut top 10 chart global Netflix pada Rabu, 2 Februari 2022, 'All Of Us Are Dead' telah mengambil tempat nomor 1 di 10 besar chart acara tv terbaik dan mencatat sekitar 124,79 juta jam tayang hanya dalam tiga hari setelah dirilis.

Baca Juga: Girl Grup Baru JYP Entertainment NMIXX Resmi Debut Bula Ini di Tanggal Cantik

Drama tersebut menempati posisi nomor 1 di berbagai negara bahkan sampai di 91 negara.

Negara tersebut antara lain Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, Jepang, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, Prancis, Jerman, dan banyak lagi.

Selain itu, 'All Of Us Are Dead' juga menempati posisi teratas di Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Yunani, Rusia, Spanyol, Italia, dan banyak lagi.

Baca Juga: Kontak dengan Staf yang Terinfeksi Virus Corona, Kim Jae Hwan eks Wanna One Positif Covid-19

Outlet media luar negeri juga mengumpulkan fokus mereka pada penayangan drama tersebut saat mereka memuji alur cerita dan penyutradaraan 'All Of Us Are Dead'.

Secara khusus, banyak media terkesan dengan adegan aksi mendebarkan yang terjadi di sepanjang serial, dan membuat penonton terhenyak.

Sementara itu, 'All of Us Are Dead' mengikuti kisah sekelompok siswa sekolah menengah yang selamat dari wabah virus zombie yang dimulai di sekolah mereka.

Baca Juga: Alami Gejala Flu, Sian T1419 Dikonfirmasi Positif Covid-19

Dalam beberapa jam, seluruh kota menjadi penuh dengan zombie, dan anak-anak harus mengambil keyakinan untuk menyelamatkan diri dari sekolah yang terisolasi ketika mereka menyadari tidak ada bantuan yang akan datang.***


Editor : inilahkoran