Gedung Pakuan Pajajaran Segera Jadi Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Bakorwil Ganti Nama

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan hasil peninjauan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ke Gedung Pakuan Pajajaran yang ada di Bakorwil I di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bogor Tengah.

Gedung Pakuan Pajajaran Segera Jadi Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Bakorwil Ganti Nama
Dedie mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jabar memberikan nama baru untuk Bakorwil Bogor yaitu Gedung Pakuan Pajajaran. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan hasil peninjauan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ke Gedung Pakuan Pajajaran yang ada di Bakorwil I di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bogor Tengah.

Dedie mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jabar memberikan nama baru untuk Bakorwil Bogor yaitu Gedung Pakuan Pajajaran.

"Kalau di Bandung namanya Gedung Pakuan, di Bogor ditambahkan Pajajaran jadi Gedung Pakuan Pajajarn. Ini menunjukkan hubungan emosional dan historis yang kuat antara Bogor dan Kerajaan Pajajaran, sehingga menurut beliau, Bogor memang seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov Jabar," katat Dedie, Selasa 15 April 2025. 

Terkait penggunaan Gedung Bakorwil sebagai kantor orang nomor satu di Jabar, Dedie A Rachim menilai bahwa secara fisik bangunan sudah tersedia, namun belum ditunjang fasilitas perkantoran yang memadai.

"Karena itu, Gubernur Jawa Barat meminta agar gedung ini bisa segera dijadikan tempatnya berkantor," tutur Dedie.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Utama di Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Barat Raden Iip Hidayat mengatakan, gedung yang semula bernama Bakorwil dan kini menjadi Gedung Pakuan Pajajaran merupakan salah satu kantor yang akan digunakan orang nomor satu di Jabar.

"Karena beliau nantinya akan berkantor di lima lokasi yaitu di Bandung, Bogor, Purwakarta, Cirebon, dan Garut. Ini adalah bekas kantor-kantor karesidenan pada zaman dulu," ungkap Iip Hidayat.

Ia memaparkan, saat ini, kantor tersebut masih dalam proses penataan karena tujuan utamanya adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini ada pembicaraan mengenai bagaimana gedung ini bisa difungsikan, termasuk penataan ruangan. 

"Ya, seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, ada kemungkinan pagarnya atau tembok di luar bangunan yang dekat Samsat dibuka agar menyatu antara pelayanan dan kantor gubernur," paparnya.

Iip Hidayat menjelaskan, untuk ruang berkantor Gubernur Jawa Barat yang nantinya akan berada di lantai dua, saat ini masih dalam tahap konsepsi oleh Biro Umum Provinsi Jawa Barat.

"Sedang merencanakan penataannya. Mungkin bulan depan atau pekan depan penataan ini sudah bisa dimulai. Pak Gubernur sudah memberikan arahan agar setiap kantor ini bisa dijadikan tempat pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Namun, mengenai bangunan, ruangannya tidak bisa diubah karena gedung ini merupakan cagar budaya. Rencananya, penataan kantor akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Setelah itu, akan langsung ditempati," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani