Gegara Mural One Piece Dihapus, Warga Sragen Bikin Mural Tikus Sindiran Korupsi
Sebuah mural di Sragen, Jawa Tengah, kembali mencuri perhatian publik. Awalnya, warga setempat melukis mural bertema anime One Piece di tengah jalan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Sebuah mural di Sragen, Jawa Tengah, kembali mencuri perhatian publik. Awalnya, warga setempat melukis mural bertema anime One Piece di tengah jalan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Namun, karya tersebut diminta untuk dihapus di bawah pengawasan aparat, memicu rasa kecewa warga.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, warga memilih membalas dengan cara kreatif. Di lokasi mural One Piece yang dihapus, mereka menggambar sosok tikus berdasi mengenakan jas, lengkap dengan tas bertuliskan “RP” (Rupiah).
Mural itu dibagi menjadi dua bagian berbentuk angka 80 yang dicoret garis merah, disertai ilustrasi tikus, sosok misterius berkalung topi, dan tangan menggenggam uang.
Video proses pembuatan mural tikus ini diunggah akun TikTok @hyugaaf dan langsung viral, memancing diskusi hangat di kolom komentar.
Banyak warganet menilai mural ini sebagai sindiran terhadap praktik korupsi, mengingat simbol tikus kerap diidentikkan dengan pihak yang menyalahgunakan uang rakyat.
Dalam salah satu unggahan, sang pembuat mural menulis keterangan singkat berbahasa Jawa, "aku manut koe kabeh lekk" yang berarti “aku ikut kalian semua,” seolah menjadi sindiran halus atas permintaan penghapusan mural sebelumnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai alasan di balik penghapusan mural One Piece.
Meski begitu, karya baru ini justru disambut antusias oleh warga sekitar. Bahkan, mural tikus tersebut kini menjadi spot foto dadakan dan ikon unik perayaan kemerdekaan di Sragen tahun ini.
Editor : Firda Rachmawati

