Gegara Tak Ada Kejelasan dari Pemda KBB, 50 Mahasiswa UIN Penerima Besiswa Terpaksa Dicutikan

Sebanyak 50 orang mahasiswa asal KBB yang tengah kuliah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) terpaksa dicutiikan UIN SGD Bandung

Gegara Tak Ada Kejelasan dari Pemda KBB, 50 Mahasiswa UIN Penerima Besiswa Terpaksa Dicutikan
Kampus UIN SGD Bandung.


INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak 50 orang mahasiswa asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tengah kuliah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) terpaksa dicutikan kampus UIN SGD Bandung lantaran menunggak pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Menindaklanjuti masalah tersebut Keluarga Mahasiswa Bandung Barat (Kembara) kembali mempertanyakan keseriusan Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam menuntaskan program beasiswa bagi 50 mahasiswa di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

"Kami selama ini mempertanyakan permasalahan tersebut ke Pemda KBB. Bahkan, kami mencoba melakukan audiensi ke Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan namun tak direspon," kata Ketua Umum Kembara, Deni Permana kepada wartawan.

Baca Juga: Gambaran Surga Saat Bulan Ramadhan, Ustadz Hanan Attaki: Kata Rasul Sangat Dekat, Hanya Satu Langkah

"Jadi kami sampaikan masalah ini ke Ketua DPRD KBB, pak Rismanto," sambungnya.

Ia menyebut, sudah setahun puluhan mahasiswa PGMI di UIN SGD Bandung menunggu kejelasan.

"Tapi tidak ada tanggapan dari Pemda KBB," sebutnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, pihaknya meminta kepada DPRD KBB untuk ikut mendorong penyelesaian musibah yang menimpa 50 mahasiswa tersebut.

"Sudah beberapa kali Koordinator penerima beasiswa PGMI UIN SGD Bandung ingin mengadakan audiensi ke Plt Bupati Hengki Kurniawan, namun tidak ada respons sama sekali," ujarnya.

Baca Juga: Fix.. Flyover Pasupati Bandung Ubah Nama Jadi Jalan Prof. Mochtar Kusumaatmadja

Bahkan, sambung dia, para mahasiswa juga diancam bakal dikeluarkan dari kampus jika melakukan demonstrasi karena dianggap mencemarkan nama baik kampus.

"Kami meminta dengan baik-baik, untuk beraudiensi, tapi tidak pernah direspon, seolah Pemda KBB ingin membiarkan kasus ini begitu saja," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD KBB Rismanto yang menerima perwakilan Kembara menjelaskan, permasalahan ini berawal dari bupati non-aktif dan dasar hukumnya.

Baca Juga: Jiyeon T-ara Tandatangani Kontrak dengan Agensi Baru Sebagai Penyanyi dan Aktris

Ia menyebut, pihaknya pernah mengundang pihak-pihak terkait dengan beasiswa ini untuk mencari masalahnya dan mendapatkan solusi.

"Terus terang saja, musibah mahasiswa ini menjadi pekerjaan rumah bagi DPRD, tapi kami sebagai dewan belum menyerah," ujarnya.

"Saya akan bertemu dengan jajaran Komisi IV untuk membahas masalah ini dan memperjuangkannya," pungkasnya. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran