Gelar Raker, Ini Target KONI Kota Bandung di 2024

KONI Kota Bandung beberkan targetnya di tahun 2024 dalam Raker (rapat kerja) 2023 yang digelar di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis 28 Desember 2023

Gelar Raker, Ini Target KONI Kota Bandung di 2024
KONI Kota Bandung beberkan targetnya di tahun 2024 dalam Raker (rapat kerja) 2023 yang digelar di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis 28 Desember 2023

INILAHKORAN, Bandung - KONI Kota Bandung beberkan targetnya di tahun 2024 dalam raker (rapat kerja) 2023 yang digelar di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis 28 Desember 2023.

Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi membeberkan setidaknya ada beberapa target yang diusung di 2024 mendatang. Dimulai Olimpiade, PON yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di 2026 mendatang.

Nuryadi mengatakan dalam raker KONI Kota Bandung bersama para cabang olahraga dan badan fungsional telah melakukan kegiatan. Terhitung sejak Januari hingga Desember 2023.

“Dari totalnya ada 234 jenis kegiatan, kalau di jumlah harinya kita kaget juga ada 1508 hari. Satu tahun kan 365 hari, artinya dalam satu cabor ada yang bersamaan dan jumlahnya ada 3-4 hari. Sehingga cukup tinggi volume kinerja. Dan hal ini menandakan untuk kepentingan adalah pembinaan. Karena amanah dari pemerintah kepada kita untuk kepentingan olahraga prestasi,” kata Nuryadi. 

Dia mengaku cukup berbangga. Pasalnya selama satu tahun tersebut, sebanyak 306 atlet, 68 pelatih dan 38 mekanik terpilih untuk membela Jabar di PON Aceh dan Sumatera Utara.

“Itu menandakan bahwa 34 persen kontribusi cukup konsisten oleh KONI Kota Bandung untuk kepentingan ngarojong Jabar Hattrick,” tambahnya. 

Nuryadi memastikan hasil ini menandakan bahwa program kerja internal KONI Kota Bandung dan KONI Jabar tidak memiliki perbedaan yang jauh. Apalagi kontribusi dilakukan untuk kepentingan KONI sendiri dan termasuk untuk kepentingan PON untuk Jabar. 

“Artinya ritme yang dilakukan dalam 1508 hari betul-betul proses pembinaan. Belum lagi dalam hal level yang dibawahnya yang di luar kepentingan Porprov dan PON artinya ada atlet-atlet lapisan 3, 4. Ada 11 ribu sekian atau hampir 12 atlet yang tergabung dalam Portue (Pekan Olahraga Tunggal Event) yang tadi disampaikan Pj Walikota dalam sambutannya,” tuturnya.

Karena itu, lanjutnya, target KONI Kota Bandung di 2024, selain menjalankan program rutin, Olimpiade menjadi perhatian khusus. Apalagi beberapa atlet Kota Bandung sudah mengumpulkan poin untuk bisa terjun di Kejuaraan olahraga yang diikuti berbagai negara tersebut.

“Ini saya sampaikan tadi, agar kita KONI Kota Bandung termasuk cabang olahraganya mempromosikan itu. Karena ada waktu untuk bulan Januari sampai Juni kejuaraannya (Olimpiade). Kita dorong disitu untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade. Titik pembinaan dari level apapun sampai nasional dan internasional adalah Olimpiade. Kita berkontribusi positif untuk SEA Games, Asian Games dan saatnya berkontribusi tinggi untuk Olimpiade,” tegasnya.

Setelah itu, Nuryadi memastikan para atletnya akan menghadapi PON di Aceh dan Sumatera Utara. Dorongan dan dukungan harus dilakukan, termasuk dari Pemerintah, legislatif untuk merojong atlet menuju hattrick Jabar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Kota Bandung, Eddy Marwoto berharap raker KONI Kota Bandung 2023 ini bisa dijadikan momentum untuk menjadi bahan evaluasi, ekspektasi yang tentunya harus terukur, terstruktur dan profesional. 

“Setidaknya ini menandakan bahwa harapan Bapak Pj Walikota Bandung, ada suatu perubahan yang signifikan di 2024 untuk bagaimana nanti sebagai batu loncatan, titik eliminasinya di 2026. Harapan pak Pj itu adalah kembalikan lah kejayaan juara umum Kota Bandung. Itu tidak ada tawar menawar lagi dalam berbagai kendala apapun kita minimal sudah berjuang kerja keras,” kata Eddy. 

Eddy memastikan Pemerintah Kota Bandung bersam Dewan sudah berupaya keras memberikan suntikan dukungan melalui anggaran hibah untuk KONI Kota Bandung. Apalagi tujuannya demi kepentingan prestasi.

“Beda dengan Formi yang sifatnya olahraga rekreasi masyarakat, kalau prestasi ya ujung-ujungnya adalah juara. Pimpinan kita mendambakan itu termasuk pak Sekda. Jadi kembalikan lah di 2026. Kita parameter nya PON lah walaupun kita sudah 34 persen kontribusi untuk PON Jabar. Jadi ini bisa menjadi bibit-bibit baru di PON yang kita persiapkan di 2026. Kita ingin juara umum di Porprov 2026,” pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ahmad Sayuti