Gelar Workshop Jurnalistik, PWI KBB Sosialisasikan Literasi Media
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung Barat menggelar workshop jurnalistik 2019 sebagai bentuk implementasi program PWI untuk mencerdaskan generasi penerus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ngamprah - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung Barat menggelar workshop jurnalistik 2019 sebagai bentuk implementasi program PWI untuk membangun dan mencerdaskan generasi penerus bangsa di SMK Negeri 1 Cisarua, Jalan Kolonel Masturi No. 300, Jambudipa, Sabtu (9/11/2019).
Mengusung tema ‘Meningkatkan Pemahaman Jurnalistik di Kalangan Pelajar dalam Rangka Menangkal Informasi Hoax’, kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan pelajar lebih cerdas dan bijak dalam membedakan antara berita hoax dan berita yang benar.
Sebanyak 50 orang peserta dari ekstrakulikuler Vocational Multimedia (VM) hadir dan antusias dalam kegiatan ini. Turut hadir narasumber sekaligus praktisi jurnalistik Kabupaten Bandung Barat, di antaranya Heni Suhaeni (Ketua PWI KBB), Hendra Hidayat (Jurnalis Radar Bandung), Wakil Kepala Sekolah SMK N 1 Cisarua Yeyet Srimulyanawati, dan Acep Rahmat (Pembina Vacational Multimedia).
Heni Suhaeni mengungkapkan, kegiatan workshop jurnalistik ini sebenarnya bukan yang pertama kali digelar oleh PWI KBB. Workshop kali ini merupakan salah satu program PWI Goes to School yang bertujuan untuk memperkenalkan dunia jurnalistik, pengenalan profesi wartawan, dan menjelaskan peran PWI bagi masyarakat.
“Ini merupakan program lanjutan karena sebelumnya kita juga pernah mengadakan kegiatan workshop jurnalistik yang sama di Forum OSIS se-Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu yang lalu,” ungkap Heni usai mengisi materi workshop jurnalistik.
Dia menjelaskan, kegiatan ini akan terus berlanjut karena PWI Kabupaten Bandung Barat memiliki tujuan dan peranan penting dalam membangun masyarakat yang cerdas.
“Kita berharap ke depan, dengan adanya kegiatan workshop jurnalistik ini, para pelajar mampu membedakan dan menangkal berita hoax serta bisa lahir generasi penerus di bidang jurnalistik yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Vacational Multimedia (VM) SMK N 1 Cisarua Acep Rahmat mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi adanya workshop jurnalistik ini.
“Ketika saya dengar ada kegiatan untuk bidang jurnalis, saya sangat antusias dan sebenarnya sudah saya tunggu-tunggu kegiatan semacam ini,” ujarnya.
Acep menuturkan, dirinya memiliki rekan di bidang jurnalistik. Namun, hanya menyampaikan materinya tanpa adanya praktek langsung seperti yang dilakukan dalam workshop ini.
“Kalau ini kan seminarnya lebih konsen dan mendalam, terus kalau saya untuk foto dan video sudah ada kegiatan seminar semacam ini,” tutur Acep.
Dikatakan Acep, sebenarnya peserta yang ingin ikut workshop ini cukup banyak, tapi karena dari pihak sekolah membatasi, jadi peserta yang bisa ikut hanya empat puluh orang.
“Waktu saya dapat info dari sekolah PWI KBB adakan workshop, saya sangat senang, dan banyak banget yang mau ikutan,” terang Acep.
Dia menambahkan, pihaknya berharap program yang sedang dipersiapkan terutama berkaitan dengan broadcasting bisa segera terealisasi, agar ilmu yang didapatkan di workshop ini bisa segera diterapkan.
“Kita memang sudah merancang ke sekolah ingin membuat broadcast khusus sekolah. Saya juga sudah siapkan, nanti di tiap kelas akan dipasang speaker yang telah terintegrasi dengan ruangan khusus broadcast, jadi anak-anak bisa mengisi dan mendalami bidang jurnalistik ini,” pungkas Acep. (agus sn)
Editor : suroprapanca

