Gelombang Pensiun Menghampiri, Purwakarta Butuh Banyak ASN 

Kekurangan aparatur sipil negara (ASN), dialami hampir semua pemerintahan daerah di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Purwakarta, hingga saat ini wilayah ini masih kekurangan abdi negara tersebut. Di sisi lain, jatah CPNS yang diberikan oleh pemerintahan pusat untuk Purwakarta, tidak berbanding lurus dengan kebutuhan yang ada.

Gelombang Pensiun Menghampiri, Purwakarta Butuh Banyak ASN 

INILAH, Purwakarta - Kekurangan aparatur sipil negara (ASN), dialami hampir semua pemerintahan daerah di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Purwakarta, hingga saat ini wilayah ini masih kekurangan abdi negara tersebut. Di sisi lain, jatah CPNS yang diberikan oleh pemerintahan pusat untuk Purwakarta, tidak berbanding lurus dengan kebutuhan yang ada.

Kepala BKPSDM Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, tak menampik hal itu. Dengan kondisi tersebut, jajarannya harus melakukan strategi karena roda pemerintahan tetap harus berjalanan. Begitu pula pelayanan kepada masyarakat harus tetap maksimal, meskpun ASN-nya kurang.

"Cara mengatasi kekurangan ini, tetap memberdayakan tenaga honorer di seluruh OPD," ujar Asep kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Asep menuturkan, di 2020 ini saja tidak ada penerimaan CPNS, imbas dari pandemi Covid-19. Sehingga, harapan untuk bisa menambah abdi negara itu sirna. Menurutnya, jika tak ada tenaga honorer ini, daerah akan keteteran. Terutama, di sektor pendidikan. Saat ini  ketergantungan akan guru honorer masih sangat tinggi. Sebab, suplai CPNS guru dari pusat masih tak sesuai dengan kebutuhan.

Meskipun tahun ini tidak ada penerimaan CPNS, lanjut Asep, tetapi pihaknya tetap optimistis jika tahun depan ada rekrutmen untuk abdi negara itu. Karenanya, sejak dua bulan yang lalu, pihaknya telah mengusulkan formasi untuk CPNS. 

"Kita sudah layangkan surat usulan ke KemenPAN-RB melalui akun resminya. Formasi yang kita usulkan sebanyak 754," ujar Asep.

Dari ratusan formasi itu, didominasi untuk guru PNS. Sebab, kekurangan guru PNS ini masih cukup tinggi, dibanding pegawai di OPD lainnya. Selain guru, tenaga kesehatan dan administrasi juga dibutuhkan.

Pihaknya berharap, dengan usulan formasi ini, pemerintah pusat mau memberi secercah sinar untuk mengisi kekurangan ASN ini. Sebab, jika tak segera ditambah, jarak jurang kekurangan ASN ini akan semakin menganga lebar.

"Apalagi, dua tahun kedepan, Purwakarta akan mengalami puncak ASN yang pensiun," ujarnya.

ASN yang pensiun ini, 50 persennya adalah guru. Mengingat, guru yang pensiun ini adalah rekrutmen saat adanya program Inpres zaman dulu. Sehingga, jumlah guru Inpres yang pensiunnya cukup banyak.

Dengan banyaknya guru yang pensiun ini, maka harus segera diisi dengan yang baru. Supaya, kekurangan ini bisa diminimalisasi. Asep mengaku, idealnya setiap tahun ini formasi CPNS bisa diisi 1.000 orang. Namun, fakta di lapangan masih sangat minim.

"Dampak dari kekurangan ASN ini, ada kepala seksi yang sama sekali tidak punya staf. Jelas ini menjadi kendala tersendiri," jelasnya. (Asep Mulyana)


Editor : Bsafaat