George Sugama Halim Bakal Diperiksa Kejiwaannya Setelah Kasus Penganiayaan ke Pegawai Toko Roti

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil untuk memeriksa kondisi mental tersangka.

George Sugama Halim Bakal Diperiksa Kejiwaannya Setelah Kasus Penganiayaan ke Pegawai Toko Roti
George Sugama Halim bakal dites kejiwaan

INILAHKORAN, Bandung - Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap George Sugama Halim (GSH), tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap seorang karyawati toko roti milik orangtuanya di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. 

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil untuk memeriksa kondisi mental tersangka.

"Polisi akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka," ujar Nicolas.

Ia juga menambahkan bahwa keterangan dari para saksi menunjukkan bahwa George memiliki sifat temperamental.

Nicolas mengungkapkan bahwa penganiayaan yang dilakukan oleh George bukanlah kejadian pertama. Menurutnya, tersangka sering menunjukkan perilaku temperamental, termasuk melemparkan barang-barang di sekitar lokasi kejadian saat marah. 

"Ada lebih dari satu kali dia emosi dan melampiaskan kemarahannya dengan merusak barang-barang di TKP atau melukai. Karyawan yang berhadapan dengannya bisa saja terkena emosinya," jelasnya.

Selain itu, polisi juga akan melakukan pemeriksaan psikologis terhadap George Sugama Halim untuk mengetahui apakah benar adanya kabar yang menyebutkan bahwa dia memiliki IQ dan EQ yang rendah. 

"Kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait dengan psikologis tersangka ini," tambah Nicolas.

Sebelumnya, George Sugama Halim mengaku menyesal atas perbuatannya yang mengakibatkan korban, Dwi Ayu, terluka setelah dilempar dengan loyang. 

Dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Timur pada Senin malam (16/12/2024), George yang awalnya tampak penuh emosi, mendadak ciut dan mengaku khilaf. "Saya khilaf," ujarnya singkat.

Saat ditanya lebih lanjut, George menganggukkan kepalanya sebagai tanda penyesalan, namun memilih diam ketika ditanya hal lainnya. Polisi kini tengah mendalami kasus ini untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.


Editor : Firda Rachmawati