Gerakan Dosen Perempuan UIN Bandung Peduli Mahasiswa Terdampak Covid-19

Gerakan Dosen Perempuan Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung membagikan 66 paket sembako kepada para mahasiswa di depan kampus UIN Kota Bandung, Jumat (10/4/2020).

Gerakan Dosen Perempuan UIN Bandung Peduli Mahasiswa Terdampak Covid-19
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Gerakan Dosen Perempuan Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung membagikan 66 paket sembako kepada para mahasiswa di depan kampus UIN Kota Bandung, Jumat (10/4/2020).

Ketua Gerakan Dosen Perempuan Yeni Huriani mengatakan, aksi kepedulian mahasiswa ini merupakan akibat mewabahnya pandemi virus Covid-19 yang berdampak cukup signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

Menurutnya, sejumlah mahasiswa yang berasal dari luar daerah banyak yang tidak bisa pulang karena kondisi pandemi korona yang mengakibatkan dikeluarkannya kebijakan daerah. Merka sulit untuk pulang ke tempat asalnya. Belum lagi orang tua berhenti mengirim uang disebabkan tidak bisa bekerja seperti biasa.

Ada juga mahasiswa yang sengaja tidak pulang karena rumah mereka sangat jauh di pelosok, sehingga jaringan internet tidak bisa masuk, padahal perkuliahan harus tetap berjalan melalui daring.

"Hasil pendataan kami, ada sekitar 133 mahasiswa terdiri dari Aqidah dan Filsafat Islam 24 orang, Studi Agama-agama 11 orang, Ilmu Al-Quran dan Tafsir 62 orang, Tasawuf dan Psikoterapi 31 orang, dan Ilmu Hadis 5 orang," ujar Yeni.

Dia menyebutkan data mahasiswa yang mendapatkan bantuan ini awalnya dari google form yang disebar Fakultas untuk mendata yang tidak pulang dan apa alasannya. Kemudian dari data itu pihaknya menulusuri satu persatu atau disisir via WhatsApp (WA) group kelas masing-masing dengan melibatkan jurusan untuk memastikan bahwa mahasiswa tersebut memang perlu bantuan. Untuk tahap pertama dibagikan 66 paket sembako kepada mahasiswa yang tidak pulang ke kampung halamannya dan benar-benar mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pembagian sembako kepada para mahasiswa yang terdampak Covid-19 ini berasal dari dana yang dikumpulkan dosen-dosen Fakultas Ushuluddin.

"Alhamdulillah dana yang terkumpul dari shodaqoh dosen-dosen yang tergerak hatinya untuk membantu mahasiswa akibat musibah berjamaah korona ini," paparnya.

Dalam pembagian paket sembako ini tetap memperhatikan protokol Covid-19 dari segi keamanan dan keselamatan mulai dari menjaga jarak aman 1-2 meter, menggunakan masker dan hand sanitizer.

Selama ini gerakan dosen perempuan Fakultas Ushuluddin aktif mendampingi mahasiswa tidak hanya dalam urusan akademis.

"Kami juga melakukan pendampingan yang lainnya, termasuk urusan kespro dan konseling individu. Seorang ibu saat mendengar ada anak didiknya mengeluh karena harus meminjam uang untuk makan. Cerita itu membuat kami prihatin dan sedih. Dari pengalaman itulah dosen perempuan lebih banyak dekat dan mendapatkan banyak keluhan dari mahasiswa yang diajarnya. Peristiwa inilah yang menjadi alasan kami terus bergerak dan peduli terhadap mahasiswa. Langkah awal dengan melakukan pembagian sembako yang digelar hari ini dari pukul 08.30 sampai 12.00," papar Yeni.

Mahasiswa jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Kasim menambahkan penerima paket sembako mengucapkan terimakasih kepada dosen UIN SGD Bandung.

"Alhamdulillah teruntuk para dosen terimakasih banyak atas bantuanya. Semoga Allah membalasnya. Semoga dibalas dengan pahala yang berlipat ganda dan diberikan kemudahan dalam setiap mencari rizki yang halal," papar mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Ke depan, pemberian paket sembako terhadap mahasiswa ini akan terus dilakukan dan gerakan dosen perempuan Fakultas Ushuluddin membuka donasi melalui BSM No Rekening 7122690711 atas nama Eni Zulaiha. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani