Gol Kontroversial Dewa United ke Gawang Persib, Netizen Ingat Laga Jepang vs Spanyol
Sebuah gol yang dicetak oleh punggawa Dewa United ke gawang Persib memicu kontroversi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Laga panas BRI Super League antara Dewa United FC vs Persib Bandung yang berlangsung pada Senin malam 20 April 2026 berakhir dengan perdebatan sengit.
Sebuah gol yang dicetak oleh punggawa Dewa United memicu kontroversi besar terkait apakah bola sudah keluar lapangan atau belum sebelum gol tercipta.
Momen ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan membuat pendukung kedua tim bereaksi keras.
Insiden bermula ketika proses serangan Dewa United dari sisi sayap. Dalam tayangan ulang, bola terlihat sangat tipis berada di garis gawang dan tampak bagi sebagian orang telah meninggalkan lapangan pertandingan.
Namun, wasit di lapangan tetap melanjutkan permainan yang berujung pada terciptanya gol untuk Dewa United. Protes keras sempat dilayangkan oleh para pemain Persib Bandung, yang memaksa wasit untuk berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR).
Setelah melakukan tinjauan mendalam melalui layar VAR, wasit akhirnya memutuskan bahwa gol tersebut sah. Dasar keputusannya adalah secara teknis, lengkungan bola dianggap belum 100% melewati garis lapangan secara vertikal.
"Berdasarkan review VAR, bola dianggap belum sepenuhnya keluar. Meski terlihat sudah lewat dari sudut pandang tertentu, aturan menyatakan bola harus 100% melewati garis untuk dianggap out," lapor akun sepak bola @gilabola_ina.
Dejavu Piala Dunia: Mirip Gol Jepang ke Gawang Spanyol
Menariknya, kontroversi di laga Dewa United vs Persib ini langsung mengingatkan pecinta sepak bola pada insiden ikonik di Piala Dunia 2022 lalu dalam laga Jepang vs Spanyol.
Kala itu, gol Kaoru Mitoma juga disahkan setelah VAR menunjukkan bahwa hanya sekian milimeter bagian bola yang masih menyentuh garis, meskipun secara visual dari atas terlihat sudah keluar.
Hingga kini perdebatan terkait gol Dewa United tersebut masih terus menjadi perbincangan di media sosial.
Editor : Firda Rachmawati

