Google Maps Menangkap Ada Pembabadan Lahan Besar-Besaran di Pusat Banjir Cirebon, Warga Hanya Mengelus Dada

Tudingan bahwa beberapa pembangunan Perumahan besar yaitu Cityland dan Keandra sebagai Biang kerok Banjir Besar di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, sepertinya mendekati kenyataan.

Google Maps Menangkap Ada Pembabadan Lahan Besar-Besaran di Pusat Banjir  Cirebon, Warga Hanya Mengelus Dada
istimewa

INILAHKORAN.ID - Tudingan bahwa beberapa pembangunan Perumahan besar yaitu Cityland dan Keandra sebagai Biang kerok banjir Besar di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, sepertinya mendekati kenyataan.

Dari foto google maps, Minggu 28 Desember 2025 terpantau, hamparan perumahan Cityland dengan luas sekitar  50 hektare hanya sekitar 10 persen saja yang masih menyisakan pepohonan.

Sisanya, lokasi yang awalnya ditetapkan sebagai sabuk hijau resapan air, saat  ini benar-benar telah gundul. Lokasi yang awalnya merupakan perbukitan, sudah dikeruk dan sudah dibuat kavling-kavling yang rencana untuk perumahan subsidi dan non subsidi.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya lokasi galian c yang tidak jauh dari Perumahan Cityland. Galian C yang lokasinya cukup luas tersebut memperparah wilayah Kecamatan Sumber karena lokasi tersebut, juga termasuk daerah resapan air.

Galian yang awalnya adalah sawah tersebut beberapa tahun kebelakang dimohonkan ke SDA, lalu munculah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP). Tanah tersebut akhirnya di gali dan sekarang menyisakan lahan bekas galian yang kabarnya kembali akan dibangun lokasi perumahan.

Belum lagi lokasi Perumahan Kota Baru Keandra yang lokasinya berada di perbatasan Kecamatan Sumber dan Kecamatan Dukupuntang. Lokasi perumahan tersebut juga awalnya menjadi wilayah serapan air dan sekarang disulap menjadi kota baru yang didalamnya ada perumahan dan kegiatan bisnis lainnya.

Dari foto google map terlihat, di Kecamatan Sumber saja, lahan hijau sudah sangat berkurang, seiring semakin banyaknya di bangun perumahan perumahan. Dengan kata lain, banjir besar yang datang kemarin di Kota Sumber, akan terus berulang entah sampai kapan.

"Kami warga Sumber hanya bisa mengelus dada. Kami tahu banjir kemarin akan terus terulang karena lahan hijau sebagai resapan air, sudah dirusak. Kami yakin, tidak akan ada solusi karena ini sudah terjadi," ungkap Tono warga Sumber yang mengaku pasrah dengan kondisi lingkungan di Kecamatan Sumber khususnya yang berada di sekitar Perkantoran Pemkab Cirebon.

Warga lainnya, Hendro mengaku miris dengan banjir besar yang menerjang lingkungan Perkantoran Pemkab Cirebon. Dari pemberitaan sebelum banjir, dia menduga bahwa lokasi perumahan cityland yang merupakan sabuk hijau, tidak terbantahkan. Buktinya, daerah resapan air tersebut tidak menahan air saat hujan deras beberapa waktu lalu.

"Pemberitaan di media itu tidak terbantahkan. Lokasi perumahan Cityland adalah resapan air yang selama ini menjadi penyelamat Kecamatan Sumber minimal di sekitar pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon. Tapi karena lahannya sekarang dibabat habis, ya akibatnya banjir besar datang," ungkapnya.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan belum ada respon cepat dari Bupati Cirebon, Imron. Malah Imron sempat menuding, banjir di Kecamatan Sumber adalah kiriman dari Kabupaten Kuningan.

Saat itu, Imron enggan berkomentar terkait daerah resapan air yang saat ini banyak disulap menjadi lokasi perumahan. Imron berpendapat, semua tanah adalah resapan air dan tidak bisa saling menyalahkan.***


Editor : JakaPermana