Gotong Royong Vaksinasi Buru Kekebalan Kelompok
Lebih dari 1,5 tahun pandemi Covid-19 hingga kini belum usai. Kini, pemerintah fokus menggenjot vaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Lebih dari 1,5 tahun pandemi Covid-19 hingga kini belum usai. Kini, pemerintah fokus menggenjot vaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.
Tak seperti sebelum-sebelumnya, vaksinasi tak hanya bertumpu pada usaha yang dilakukan instansi pemerintah. Saat ini, lembaga swasta pun ikut bahu-membahu mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok itu.
Sebagai kepanjangan tangan pemerintah, sejumlah BUMN pun menggelar vaksinasi massal gratis. Cara yang diambil perseroan pelat merah itu pun berbeda-beda sesuai kapasitas dan kapabilitasnya masing-masing.
Tak hanya menjaring karyawan, tenaga honorer, dan keluarga namun BUMN pun membuka pintu bagi masyarakat umum yang ingin disuntik. Persyaratan sebagai peserta itu pun relatif mudah. Masyarakat hanya diwajibkan mengisi formulir pendaftaran yang sistemnya dijalankan secara online. Tak ada kerumunan massa.
Waluyo Jati (38) kini merasa sedikit lega dan tidak was-was lagi menghadapi pandemi berkepanjangan ini. Dia mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 yang digelar Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung di Stasiun Bandung. Sebagai calon penumpang KA jarak jauh dia mendapay fasilitas mendapatkan vaksin gratis di stasiun yang digelar PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Alhamdulillah, di stasiun saya bisa mendapatkan vaksin Covid-19 gratis. Kalau menunggu giliran vaksinasi di rumah itu akan lama sekali. Karena saya sendiri hanya karyawan swasta yang tidak termasuk dalam sasaran awal vaksinasi yang diprioritaskan pemerintah,” katanya usai mendapatkan suntikan vaksin di Stasiun Bandung, belum lama ini.
Terkait hal itu, Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardoyo mengatakan pada saat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat itu pihaknya menggelar vaksinasi bagi para calon penumpang KA jarak jauh. Hal itu sesuai dengan SE Kemenhub No 42/2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19.
“vaksinasi ini untuk memastikan keamanan dan kesehatan para calon pengguna kereta api jarak jauh. Nantinya, vaksinasi di Stasiun Bandung akan dibuka setiap harinya selama masa PPKM darurat dengan jam operasional pada pukul 08.00-12.00 WIB. Setiap hari, kita menyediakan vaksin sebanyak 50 dosis,” kata Kuswardoyo, Minggu (4/7/2021).
Menurutnya, pada hari ini pelaksanaan vaksinasi resmi dilakukan di Stasiun Bandung mulai pukul 15.00-17.00 WIB. Sebagai awal, pihaknya menyiapkan sebanyak 40 dosis vaksin Covid-19. Mengenai persyaratan dan kriteria peserta vaksin, dia menuturkan penumpang berusia di atas 18 tahun. Selain itu, yang bersangkutan belum pernah mendapatkan vaksin dosis pertama dan bisa menunjukkan kode booking yang sudah dibayar atau tiket kereta api jarak jauh yang berlaku.
“Yang akan divaksin juga harus memiliki KTP agar nomor induk kependudukan (NIK) dimasukan untuk keperluan pendataan dan sertifikasi. Mereka juga harus datang paling lambat H-1 sebelum jadwal keberangkatan KA,” ujarnya.
Selain itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar pun turut aktif pada vaksinasi massal itu. Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengaku, secara umum pihaknya mendukung kebijakan PPKM darurat. Sebab, saat ini upaya tersebut relatif paling tepat untuk menekan laju penyebaran Covid-19 yang terlalu masif. Menurutnya, kini hal yang paling utama yakni adanya percepatan pendistribusian vaksin untuk masyarakat.
vaksinasi Covid-19 itu pun ditujukan untuk para pekerja. Mereka diakuinya berhak mendapatkan vaksin karena hakikatnya para pekerja merupakan pejuang garis depan untuk ekonomi keluarga.
Guna mempercepat distribusi vaksin tersebut, pada Sabtu (3/7/2021) lalu Apindo Jabar bekerja sama dengan Polda Jabar melakukan vaksinasi Covid-19 di Techno Park Cimahi. Saat itu, sebanyak 5.127 dosis vaksin diberikan kepada para pekerja dari 32 perusahaan dan masyarakat umum. vaksinasi massal itu merupakan dukungan Program 1 Juta vaksinasi Per Hari yang digagas TNI/Polri dan Kemenkes.
“Kita percaya program ini akan secara signifikan mendorong percepatan terbentuknya herd immunity yang merupakan syarat utama pulihnya dunia usaha dan tumbuhnya ekonomi Jabar,” ujar Ning.
Peran swasta pun muncul ke permukaan. Di Kota Bandung, para pelaku usaha turun tangan mempercepat program vaksinasi. Setelah pekan lalu Istana Grup, kali ini hal serupa dilakukan El Cavana Grup. Mereka mengadakan vaksinasi gratis khusus untuk warga Kota Bandung. El Cavana memasang target vaksinasi untuk 1.000 orang setiap hari.
“Kita berkontribusi untuk mengembalikan prekonomian di Kota Bandung. Sebagai insan pariwisata dan penggerak hiburan, kami sangat mendukung upaya pemerintah,” kata General Manager El Cavana Widhi A Nugraha di Kota Bandung, Minggu (4/7/2021).
vaksinasi gratis akan diselenggarakan selama tujuh hari untuk gelombang pertama. Warga Kota Bandung yang mau mendaftar bisa melakukan pendaftaran secara online melalui http://s.id/daftarvaksin_RuangKolaborasi_PrimaHusada.
“Gelombang pertama ini target perharinya 1.000 orang. Jadi total targetnya 7.000 orang,” ujarnya.
vaksinasi gratis tersebut, lanjut dia, berkerja sama dengan Klinik Prima Husada dan Ruang Kolaborasi. Selain itu, kegiatan itu juga berkerja sama dengan Dinas Kesehatan Bandung. Widhi mengaku antusiasme warga Kota Bandung untuk mengikuti vaksinasi gratis tersebut sangat tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 50 ribu orang telah mendaftarkan diri secara online.
Sedangkan, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengungkapkan guna mengejar target 5.000 orang ini pihaknya menyelenggarakan vaksinasi selama tiga hari, pada 16-18 Maret 2021. Program ini juga sekaligus dengan pemberin ribuan alat kelengkapan protokol kesehatan dan vitamin.
Ridzki menyatakan, Grab menjadi pelopor penyedia vaksin mandiri secara drive thru di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Bahkan di Kota Bandung kini layanan vaksinasi tersedia secara lengkap, yakni drive thru atau layanan tanpa turun bagi pengendara motor, mobil dan layanan langsung khusus bagi lansia.
Hal serupa dilakukan pengembang Summarecon Bandung yang memfasilitasi vaksinasi Covid-19 ribuan warga Gedebage. Executive Director Summarecon Bandung Hindarko Hasan mengatakan, saat ini jumlah kasus Covid-19 di Kota Bandung semakin meningkat, maka keterlibatan seluruh pihak perlu dilakukan untuk memutus rantai penularan. Selain menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan maksimal, kegiatan vaksinasi terhadap seluruh masyarakat juga giat dilakukan.
Untuk itu, Kecamatan Gedebage bersama Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Riung Bandung menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Summarecon Bandung pada Sabtu (10/7/2021) lalu. Kegiatan ini merupakan dukungan dan kerja sama Summarecon Bandung bersama Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di daerah Gedebage.
Hindarko menyebutkan, vaksinasi yang dilakukan di tempatnya dihadiri sebanyak 1.491 peserta. Selain karyawan Summarecon, mereka yang disuntik vaksin Covid-19 itu sebagian besar warga Gedebage. Sebagai pengembang kawasan terpadu seluas 300 hektare di Kota Bandung bagian timur pihaknya bekerja sama dengan Pemkot Bandung memerangi wabah Covid-19 demi kebaikan bersama. (Doni Ramdhani)
Editor : Doni Ramdhani

