Gubernur Percepat Pembangunan Jalan Desa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Jarak tak lagi boleh menjadi alasan jalan di pelosok Jawa Barat menunggu terlalu lama untuk dibangun. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini mengandalkan Mobile Batching Plant, armada produksi beton bergerak yang memungkinkan pengecoran dilakukan langsung di lokasi pekerjaan.
Teknologi ini menjadi salah satu cara Pemprov Jabar mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan hingga wilayah perdesaan. Beton tidak harus lebih dulu diproduksi di pabrik yang berada jauh dari titik pekerjaan, lalu dikirim menggunakan kendaraan pengangkut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, Mobile Batching Plant disiapkan untuk menjawab persoalan pembangunan jalan di daerah terpencil yang selama ini terkendala distribusi material.
"Ini kan mobil yang diperuntukkan untuk membuat jalan-jalan cor. Sehingga ngecornya enggak usah lagi di pabrik. Tapi ngecornya di lokasi desa yang jauh dari batching plant pakai mobil," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (4/10).
Bagi Jawa Barat, persoalan jalan bukan semata tentang membangun permukaan yang baru. Jarak, kondisi geografis, hingga akses menuju lokasi turut menentukan seberapa cepat sebuah pekerjaan dapat dilakukan.
Karena itu, Dedi menyebut percepatan pembangunan infrastruktur dasar menjadi salah satu fokus Pemprov Jabar. Mobile Batching Plant diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap rantai distribusi beton konvensional.
"Pembangunan Jawa Barat harus fokus pada penyelesaian infrastruktur dasar. Kita ingin penanganan kerusakan jalan, terutama jalan provinsi dan kabupaten/kota, bisa dieksekusi secara instan dan mandiri tanpa harus menunggu rantai logistik beton konvensional yang lama," ucapnya.
Armada bergerak itu juga disiapkan untuk menjangkau wilayah dengan kondisi yang tidak mudah. Jalan sempit atau lokasi yang jauh dari stasiun pengolah beton menjadi tantangan tersendiri bagi pembangunan infrastruktur.
"Alat ini menjadi jawaban untuk wilayah-wilayah yang lokasinya terpencil atau memiliki akses jalan sempit yang tidak bisa dijangkau oleh stasiun pengolah beton (ready-mix) besar. Pelayanan publik tidak boleh terhambat oleh jarak," tegasnya.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran

