Guncangan di Internal PDIP: Sejumlah Elit Partai Merapat ke Kediaman Megawati Pasca-Penahanan Hasto Kristiyanto
Suasana politik di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kian memanas setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Suasana politik di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kian memanas setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menyusul perkembangan ini, sejumlah elit PDIP terlihat mendatangi kediaman Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di kawasan Teuku Umar, Jakarta, pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Berdasarkan laporan ANTARA, setidaknya lima tokoh penting PDIP telah merapat ke rumah Megawati sejak pagi. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Bidang Komunikasi Adian Napitupulu menjadi yang pertama hadir sekitar pukul 10.00 WIB.
Tidak lama berselang, Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional Ronny Talapessy tiba pada pukul 10.55 WIB.
Menjelang siang, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Bintang Puspayoga datang pada pukul 11.59 WIB, diikuti oleh Komarudin Watubun pada pukul 12.10 WIB.
Terakhir, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah tiba di kediaman Megawati sekitar pukul 13.28 WIB.
Menariknya, kelima politisi PDIP tersebut tampak mengenakan pakaian serba hitam, yang bisa diartikan sebagai simbol keseriusan atau bahkan bentuk protes diam terhadap situasi yang tengah dihadapi partai.
Saat dihampiri oleh awak media, tidak satu pun dari mereka memberikan pernyataan terkait agenda pertemuan tersebut. Mereka langsung masuk ke rumah Megawati tanpa berkomentar.
Sebelumnya, pada Jumat, 21 Februari 2025, beberapa politisi PDIP juga terlihat keluar-masuk kediaman Megawati.
Salah satu tokoh yang turut hadir adalah mantan Sekretaris Kabinet dan mantan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang diketahui memiliki kedekatan dengan Megawati.
Di tengah eskalasi politik yang sedang berlangsung, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi tegas kepada para kepala daerah yang diusung PDIP.
Dalam surat resmi bernomor 7294/IN/DPP/II/2025, yang ditandatangani pada Kamis, 20 Februari 2025, Megawati meminta seluruh kepala daerah dari PDIP untuk tidak menghadiri acara pembekalan atau retret yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, pada 21–28 Februari 2024.
Instruksi ini dikeluarkan setelah mencermati dinamika politik nasional yang terjadi pada hari yang sama, terutama pasca-penahanan Hasto Kristiyanto oleh KPK. Hasto ditahan setelah menjalani pemeriksaan kedua sebagai tersangka pada Kamis (20/2) pukul 18.08 WIB.
Diketahui, KPK telah menetapkan Hasto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi sejak Desember 2024. Kini, ia akan menjalani masa penahanan pertama selama 20 hari di Rutan KPK.
Kondisi ini tentu semakin memperkeruh suasana di tubuh PDIP. Penahanan Hasto, yang merupakan salah satu figur kunci dalam struktur partai, diduga berpengaruh besar terhadap strategi dan arah kebijakan politik PDIP ke depan.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

