Gunung Guntur Masih Tertutup untuk Pendakian
Kendati sudah memasuki musim penghujan, hingga kini Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar menegaskan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Guntur masih dinyatakan tertutup untuk aktivitas pendakian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut - Kendati sudah memasuki musim penghujan, hingga kini Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar menegaskan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Guntur masih dinyatakan tertutup untuk aktivitas pendakian.
Aktivitas pendakian di Gunung Guntur ditutup untuk umum pada semua jalur pendakian sampai batas waktu belum dapat ditentukan.
“Belum ada kepastian, kapan Gunung Guntur diperbolehkan lagi untuk aktivitas pendakian. Meskipun pelarangan pendakian itu berkaitan banyaknya kebakaran musim kemarau kemarin, dan sekarang memasuki musim hujan, justeru keadaannya dikhawatirkan rawan terjadi hal-hal tak diinginkan karena hujan setelah kebakaran di kawasan ini,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Dodi Arisandi melalui Koordinator Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Seksi Wilayah V Garut Sepdi Hendayana, Senin (23/12/2019).
Padahal, kawasan TWA Gunung Guntur menjadi salah satu tujuan favorit aktivitas pendakian gunung di Garut bagi para pecinta alam, dan aktivis pendaki gunung dari berbagai daerah. Terlebih di masa liburan panjang seperti hari libur sekolah, Lebaran, Natal, dan malam pergantian tahun.
Untuk itu, tak mengherankan kendati masih tertutup sejumlah pengunjung tetap nekat hendak melakukan pendakian ke Gunung Guntur. Namun pihak BBKSDA Seksi Konservasi Wilayah V dengan tegas menyetop mereka dan mempersilakan mereka pulang kembali.
“Kita tetap melakukan pemantauan, ternyata masih ada saja yang hendak mendaki (ke Gunung Guntur). Ya jelas kita larang mereka naik, dan disuruh kembali,” kata Sepi.
Bukan hanya rombongan calon pendaki, lanjut Sepdi, pihaknya juga beberapa kali memergoki ada aktivitas penambangan liar galian C di kawasan kaki Gunung Guntur, bahkan lengkap dengan kendaraan pengangkut hasil penambangan galian C tersebut. Sama halnya dengan para calon pendaki, mereka juga diberi pengertian untuk kemudian disuruh turun dari kawasan.
Menurut Sepdi, memasuki masa liburan panjang libur sekolah, natal, dan pergantian tahun 2019 ke 2020 dengan banyaknya warga akan mengunjungi sejumlah kawasan obyek wisata khususnya yang berada di dalam kawasan Konservasi Wilayah V Garut sekarang ini, pihak Konservasi Wilayah V Garut telah melakukan identifikasi mengenai lokasi-lokasi rawan bencana longsor.
Para petugas di masing-masing wilayah juga diintruksikan melakukan patroli, dan pemantauan. Termasuk di lembaga konservasi Taman Satwa Cikembulan Kadungora.
Selain TWA Gunung Guntur, obyek wisata lainnya di bawah Seksi Konservasi Wilayah V Garut yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada masa liburan yakni TWA Kawah Kamojang, TWA Kawah Papandayan, dan TWA Kawah Talaga Bodas.
Kawasan Gunung Guntur ditutup bagi aktivitas pendakian per 25 Oktober 2019 menyusul seringnya kejadian kebakaran pada kawasan Cagar Alam Gunung Guntur. Termasuk kebakaran di kawasan Blok Citiis yang merupakan area pendakian yang selalu ramai dikunjungi pendaki. Terutama akhir pekan, mulai Jum'at hingga Ahad.
Penutupan aktivitas pendakian tersebut diumumkan Bidang KSDA Wilayah III Ciamis ditandatangani Kepala Bidang KSDA III Ciamis Andi Witria Rudianto. (Zainulmukhtar)
Editor : Doni Ramdhani

