Guru Besar IPB University Ciptakan Alat Pengukur Hemoglobin Tanpa Suntik
Alat pengukur hemoglobin rancangan IPB ini juga diciptakan hasil kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Tesena Inovindo.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Peneliti IPB University berhasil menciptakan inovasi baru untuk dunia kesehatan di Indonesia, yaitu alat pengukur hemoglobin (Hb) dalam darah yang bisa digunakan tanpa invasi (suntik). Alat ini dinamakan Tesena Non Invasif Hb Check yang merupakan hasil karya Guru Besar IPB University, Prof Irzaman bersama tim.
alat pengukur hemoglobin rancangan IPB ini juga diciptakan hasil kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Tesena Inovindo.
Guru Besar IPB University Prof Irzaman menuturkan, ide pembuatan alat muncul setelah ada kecenderungan sebagian masyarakat yang kerap merasa tidak nyaman, bahkan trauma ketika harus disuntik untuk memeriksa kadar Hb.
"Jadi banyak sekali pasien yang trauma dengan proses pengambilan darah dari vena, bahkan dalam beberapa kasus posisi vena tidak mudah ditemukan. Dengan alat ini diharapkan mempercepat dan menekan trauma daripada pasien," ungkap Prof Irzaman kepada wartawan pada Minggu 26 Agustus 2024.
Prof Irzaman memaparkan, cara kerja alat ini cukup sederhana, memanfaatkan cahaya yang diserap darah untuk mengetahui karakteristik darah tersebut. Salah satu yang bisa diamati dari proses itu ialah level hemoglobin.
"Penelitian yang dilakukannya bersama tim menunjukkan penggunaan cahaya dalam proses ini terbukti cukup akurat dan presisi untuk mengetahui kadar Hb. Tidak hanya akurat dan presisi, alat ini dapat mengetahui kadar hemoglobin dengan cepat serta menghasilkan data secara real time tanpa harus ada uji lab," paparnya.
"Keunggulan dari alat ini adalah pada pemrosesan data. Jadi, setelah melakukan penyinaran, dilakukan pengolahan data menggunakan machine learning dan juga transformasi cepat. Kombinasi keduanya dapat memberikan hasil yang relatif memiliki akurasi yang baik dan juga presisi. Berbeda dengan cara lab yang diambil darahnya dulu, dilukai dan butuh waktu," tambah Prof Irzaman.
Prof Irzaman menjelaskan, kehadiran Tesena Non Invasif Hb Check ini, diharapkan dapat membantu proses screening anemia di unit-unit pelayanan kesehatan sehingga proses deteksi anemia dapat berjalan lebih cepat. Alat ini bisa digunakan pemerintah secara luas, khususnya di puskesmas atau tenaga kesehatan (nakes) untuk mengatasi stunting.
"Untuk alat ini kedepan akan dikembangkan untuk penggunaan perorangan sehingga hemoglobin dapat dilakukan secara realtime dimana pun dan kapan pun. Stunting merupakan suatu gejala gizi buruk yang harus mulai dicegah, dari tahapan dari wanita calon ibu yang belum nikah dan wanita hamil. Karena itu, semoga dengan alat ini kami bisa mengatasi atau menekan stunting sampai mendekati 0 persen," pungkasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

