Korban Priguna Anugerah Disuntik Cairan Bius 15 Kali, Ternyata Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

Priguna Anugerah melakukan aksi pemerkosaan terhadap korban ketika korban berada dalam kondisi tidak sadarkan diri, setelah disuntik dengan cairan bius melalui selang infus. 

Korban Priguna Anugerah Disuntik Cairan Bius 15 Kali, Ternyata Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

INILAHKORAN - Kasus pemerkosaan yang melibatkan seorang dokter dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran (Unpad), Priguna Anugerah Pratama (PAP), terus mengundang perhatian publik. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini terjadi pada 18 Maret 2025.

Menurut Hendra, tersangka PAP melakukan aksi pemerkosaan terhadap korban ketika korban berada dalam kondisi tidak sadarkan diri, setelah disuntik dengan cairan bius melalui selang infus. 

“Tersangka mengaku menyuntikkan cairan bius kepada korban sebanyak 15 kali melalui infus,” jelas Hendra

Hendra melanjutkan, korban mengaku merasa pusing setelah disuntikkan cairan tersebut dan kemudian jatuh tak sadarkan diri. Peristiwa itu terjadi saat korban mendampingi ayahnya yang sedang dalam kondisi kritis di rumah sakit. 

Tersangka meminta korban untuk melakukan transfusi darah seorang diri tanpa didampingi oleh keluarga, yang akhirnya menjadi kesempatan bagi PAP untuk melancarkan aksinya.

Lantas, apa saja dampak disuntik bius 15 kali untu kesehatan? simak penjelasannya yang dikutip dari berbagai sumber.

Penyuntikan obat bius (anestesi) secara berlebihan dan tanpa indikasi medis yang jelas dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada kesehatan korban. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi:​

1. Dampak Fisik:

Gangguan Sistem Saraf Pusat: Pemberian anestesi yang tidak tepat dapat menyebabkan depresi pernapasan, penurunan kesadaran, hingga risiko henti napas. ​

Efek Samping Umum: Mual, muntah, sakit kepala, dan reaksi alergi terhadap obat anestetik adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah pemberian anestesi. ​

Kerusakan Organ: Penyuntikan obat bius dalam jumlah besar dapat membebani organ seperti hati dan ginjal, berpotensi menyebabkan kerusakan organ. ​

2. Dampak Psikologis:

Trauma Psikologis: Selain dampak fisik, tindakan penyuntikan obat bius tanpa indikasi medis juga dapat menyebabkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban, termasuk rasa takut, cemas, dan stres pascatrauma.​

Penting untuk dicatat bahwa pemberian anestesi harus dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan pertimbangan medis yang matang. Penyalahgunaan anestesi tidak hanya melanggar etika profesi tetapi juga dapat berakibat fatal bagi kesehatan pasien.


Editor : Firda Rachmawati