Guru PAUD Dilarang Paksa Anak Bisa Calistung

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan, pendidikan anak usia dini (PAUD) dilarang memaksa peserta didik untuk membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Pasalnya, hal tersebut akan membuat anak tidak bahagia saat berada di sekolah.

Guru PAUD Dilarang Paksa Anak Bisa Calistung
net

INILAH, Bandung - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan, pendidikan anak usia dini (PAUD) dilarang memaksa peserta didik untuk membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Pasalnya, hal tersebut akan membuat anak tidak bahagia saat berada di sekolah.

Terkait peryataan diatas, guru dan koordinator Komunitas Media Pembelajaran (Komed) Bandung Mirna Kartika menyatakan kurikulum PAUD sekarang memang tidak mengajarkan calistung. Namun, mereka hanya dalam tahap pengenalan saja.

Meski demikian, dia tak memungkiri tuntutan sekolah dasar (SD) memaksa lembaga PAUD untuk menyiapkan anak didiknya memiliki kemampuan calistung agar anak tidak tertinggal materi.

"Selain itu mindset orangtua bahwa sekolah itu tentang bagaimana anak pintar calistung jadi tantangan juga untuk pihak lembaga PAUD, ketika ada sekolah yang fokus pada life skill anak dianggap tidak berkualitas. Indikator sekolah PAUD yang bagus untuk para orang tua adalah sekolah yang lulusan ya sudah pandai calistung," kata Mirna, Kamis (26/12/2019).

Dia menyepakati pernyataan Mendikbud. Namun, bentuknya bukan pelarangan tapi lebih diarahkan tentang pemahaman kompetensi anak PAUD dalam calistung itu hanya untuk mengenal saja.

Untuk itu, Mirna mengharapkan ada sosialisasi program terkait kurikulum PAUD kepada guru-guru SD dan orangtua. Tentu, itu pun harus dibarengi dengan bimbingan pelatihan untuk guru-guru PAUD yang berkesinambungan. 

"Setuju tapi bukan bentuk pelarangan, mungkin kompetensi anak PAUD lebih fokus pada kemandirian dan pengembangan life skill. Namun, kompetensi kognitif juga perlu diberikan yang sifatnya sebagai pengenalan saja," tambah Mirna. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani