H+4 Arus Balik Lebaran, Dishub KBB Catat Adanya Peningkatan Volume Kendaraan
H+4 arus balik lLebaran volumen kendaraan menghalami peningkatan di dua titik berbeda di KBB seperti di Padalarang dan Lembang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat adanya peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan di dua titik pantau utama, yakni Poskotis Padalarang dan Poskotis Lembang di momen arus balik pada H+4 Lebaran Idulfitri, Rabu 25 Maret 2026.
Berdasarkan data traffic counting dari pukul 00.00 hingga 10.00 WIB, volume kendaraan masih didominasi oleh kendaraan pribadi dengan pola pergerakan yang jelas antarwilayah.
Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evi, melalui Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub KBB, Didin Muslihudin menjelaskan, pemantauan ini dilakukan secara terus-menerus untuk memantau arus balik Lebaran dan memastikan kelancaran.
Termasuk, keamanan lalu lintas di wilayah KBB yang menjadi jalur penghubung penting antarwilayah di Jawa Barat.
“Pada periode pemantauan 10 jam pertama ini, kami mencatat data lalu lintas di dua titik strategis, yaitu Padalarang dan Lembang," kata Didin saat dikonfirmasi, Rabu 25 Maret 2026.
"Kedua wilayah ini memiliki peran berbeda dalam arus pergerakan masyarakat pasca-Lebaran, dan data ini menjadi dasar kami untuk mengatur manajemen lalu lintas serta pengamanan di lapangan,” sambungnya.
Di Poskotis Padalarang, jelas Didin, yang menjadi jalur penghubung antara wilayah timur dan barat (Padalarang-Cianjur dan sebaliknya), tercatat total 16.191 kendaraan yang melintas dalam rentang waktu tersebut.
Secara rinci, kendaraan dari arah Timur ke Barat atau Padalarang menuju Cianjur berjumlah 9.765 unit, sedangkan dari arah Barat ke Timur (Cianjur menuju Padalarang) berjumlah 6.426 unit.
"Hal ini menunjukkan bahwa arus pergerakan dari Padalarang ke arah Cianjur masih lebih tinggi dibandingkan arah sebaliknya pada 10 jam pertama ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Didin menjelaskan, komposisi kendaraan di Padalarang didominasi oleh kendaraan pribadi. Sepeda motor menyumbang 53 persen dari total kendaraan yang melintas, sementara mobil pribadi mencapai 29 persen.
Sisa persentase lainnya terdiri dari kendaraan umum, angkutan barang, dan kendaraan dinas.
“Dominasi sepeda motor dan mobil pribadi ini menunjukkan bahwa pergerakan masyarakat pasca-Lebaran di jalur Padalarang masih didominasi oleh perjalanan pribadi, baik untuk kembali ke tempat tinggal maupun melanjutkan perjalanan ke destinasi lain,” bebernya.
Sementara di Poskotis Lembang, lanjut Didin, yang menjadi jalur penghubung antara Bandung dan Lembang serta wilayah utara lainnya, tercatat total 9.321 kendaraan yang melintas dalam periode yang sama.
"Dari arah Selatan ke Utara (Bandung menuju Lembang) berjumlah 5.902 unit, sedangkan dari arah Utara ke Selatan (Lembang menuju Bandung) berjumlah 3.419 unit," ujarnya.
Menurutnya, pola ini menunjukkan arus pergerakan dari Bandung ke arah Lembang masih lebih tinggi dibandingkan arah sebaliknya, kemungkinan besar karena masih adanya masyarakat yang berkunjung ke destinasi wisata di Lembang atau kembali ke tempat tinggal di wilayah utara.
Komposisi kendaraan di Lembang juga didominasi oleh kendaraan pribadi, dengan persentase yang sedikit berbeda dari Padalarang. Sepeda motor menyumbang 57,03 persen, sementara mobil pribadi mencapai 29,46 persen.
“Di Lembang, persentase sepeda motor sedikit lebih tinggi dibandingkan di Padalarang. Hal ini mungkin karena Lembang merupakan wilayah wisata yang banyak dikunjungi masyarakat dengan menggunakan sepeda motor, selain juga sebagai jalur pergerakan penduduk lokal,” jelasnya.
Sementara terkait kondisi lalu lintas secara keseluruhan, Didin mengungkapkan, meskipun volume kendaraan cukup signifikan, arus lalu lintas di kedua titik tersebut masih berjalan lancar dan tidak terjadi kemacetan yang parah.
“Dishub KBB telah menyiapkan personel di lapangan untuk mengatur lalu lintas, terutama di titik-titik rawan kemacetan," ujarnya.
"Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus balik Lebaran ini,” ucapnya.
Didin memastikan, pemantauan lalu lintas akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama periode arus balik Lebaran.
“Kami akan terus memantau perkembangan arus lalu lintas setiap jamnya. Jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan atau kemacetan, kami akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan, seperti pengalihan arus atau penambahan personel di lapangan,” bebernya.
Bagi masyarakat yang masih melakukan perjalanan, Didin mengimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, dan menghindari mengemudi dengan kelelahan.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Kami berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, serta sampai di tujuan dengan selamat,” pungkasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

