Habib Jafar Beri Nasihat untuk Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid: Pernikahan Itu Ibarat Segitiga

Selain menjadi tamu, Habib Jafar juga memberikan nasihat kepada Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid setelah keduanya melangsungkan ijab kabul.

Habib Jafar Beri Nasihat untuk Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid: Pernikahan Itu Ibarat Segitiga
Habib Jafar Beri Nasihat untuk Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid: Pernikahan Itu Ibarat Segitiga

INILAHKORAN, Bandung - Habib Jafar menjadi salah satu tamu di pernikahan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid yang digelar hari ini, Jumat 26 Juli 2024.

Selain menjadi tamu, Habib Jafar juga memberikan nasihat kepada Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid setelah keduanya melangsungkan ijab kabul.

Dalam nasihat tersebut, Habib Jafar menyampaikan soal pernikahan dalam pandangan Islam.

"Kata Nabi, 'salah satu kategori jika ingin dimasukkan dalam golongan kami, maka menikahlah bagi kalian yang mampu, karena itu adalah sunnah dariku, karena itu adalah tuntunan dariku yang sebelum aku memerintahkan padamu, aku juga melakukannya sendiri'," kata Habib Jafar.

Kemudian, Habib Jafar mengatakan bahwa pernikahan merupakan perjanjian yang sakral antara kedua mempelai dengan Tuhan.

Habib Jafar pun mengibaratkan hubungan suami istri itu seperti segitiga, di mana Tuhan berada di sudut paling atas, sedangkan suami istri berada di sudut bawah.

"Pada prinsipnya, pernikahan adalah tentang cinta layaknya segitiga, di mana Thariq di sisi kanan bawah, dan Aaliyah di pojok kiri bawah segitiga tersebut, dan Allah di atas sisi segitiga itu," ucapnya.

"Maka pesan Nabi Muhammad kepada putri tercintanya, Sayyidah Fatimah Azzahra, dan menantunya, Ali bin Abi Thalib, ketika mereka menikah adalah bertakwalah kepada Allah. Jika kalian ingin hubungan kalian semakin dekat, maka kalian harus bersama-sama bergerak ke atas menuju Allah," jelasnya.

Habib Jafar berpesan agar Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid melandaskan pernikahan mereka dengan ketakwaan kepada Allah Swt.

"Cinta yang tidak dilandaskan atas karena ketakwaan kepada Allah, maka dia tidak akan menjadi cinta yang abadi, dia hanya menjadi cinta yang duniawi, bukan cinta dunia akhirat.Kedua, jika cinta tidak dilandaskan ketakwaan, maka akan menjadi cinta yang memberikan kesenangan, tapi tidak kebahagiaan," pungkasnya.


Editor : Firda Rachmawati