PT Pos Indonesia Tanggapi Tuntutan SPPI-KB Soal Wacana PHK Massal

PT Pos Indonesia akhirnya merespons tuntutan Serikat Pekerja Pos Indonesia-Kuat Bermartabat (SPPI-KB) soal wacana PHK Massal.

PT Pos Indonesia Tanggapi Tuntutan SPPI-KB Soal Wacana PHK Massal
PT Pos Indonesia akhirnya merespons tuntutan Serikat Pekerja Pos Indonesia-Kuat Bermartabat (SPPI-KB) soal wacana PHK Massal.

INILAHKORAN, Bandung- PT Pos Indonesia akhirnya merespons tuntutan Serikat Pekerja Pos Indonesia-Kuat Bermartabat (SPPI-KB) soal wacana PHK Massal.

Tuntutan SPPI-KB muncul sebagai respons pernyataan Dirut PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi terkait rencana kebijakan PHK Massal.

SPPI-KB melalui Ketum Akhmad Komarudin menyatakan pernyataan Dirut PT Pos Indonesia melalui media massa soal wacana PHK Massal itu telah memunculkan keresahan para pekarja.

Baca Juga : Pertamina Goes to Campus 2024: Pertamina Patra Niaga Gandeng Politeknik Negeri Bandung

Seperti diketahui, maksud pernyataan SPPI-KB terkait pernyataan Dirut PT Pos Indonesia adalah rencana peralihan ke digitalisasi dan robotik untuk menggantikan pekerja pensiun sebagai langkah efisiensi.

Melalui keterangan yang diterima inilahkoran.id Jumat 21 Juni 2024, PT Pos Indonesia melalui Corporate Secretary Tata Sugiarta memberikan hak jawab melalui 6 poin berikut: 

1. Pos Indonesia memastikan tidak ada hubungan antara digitalisasi dengan isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di lingkup karyawan.

2. Digitalisasi yang diadopsi oleh Pos Indonesia yakni transformasi produk dan saluran dengan konsep physical to phygital melalui Pospay, PosAja! Dan GLID.

Halaman :


Editor : Doni Ramdhani