Hamka Berharap King Eze Tak Fit

INILAH, Malang - Kapten kesebelasan Arema FC, Hamka Hamzah memiliki harapan besar agar striker Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel tidak fit saat menghadapi timnya di leg kedua babak 16 besar Piala In

Hamka Berharap King Eze Tak Fit
Ilustrasi

INILAH, Malang - Kapten kesebelasan Arema FC, Hamka Hamzah memiliki harapan besar agar striker Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel tidak fit saat menghadapi timnya di leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (22/2/2019). 

Pasalnya, kata Hamka, kehadiran Ezechiel dipastikan akan merepotkan barisan pertahanan timnya. Terbukti, striker asal Chad ini mampu menciptakan 18 gol di Liga 1 2018 lalu. 

"Tapi saya dengar kalau Ezechiel baru datang (ke Indonesia) hari ini dan seorang pemain itu tidak akan bisa bermain bila sudah libur satu minggu, itu kuncinya. Jadi kalau bisa Ezechiel belum fit," harap Hamka dalam konferensi pers sebelum laga di Malang, Kamis.

Namun bila akhirnya kondisi Ezechiel fit, tentunya kata Hamka, pertandingan akan berjalan dengan menarik. Sebab, pada leg pertama Senin (18/2/2019) lalu, tanpa Ezechiel Persib bermain cukup membahayakan.

"Bagi saya bukan satu orang pemain saja, tapi semuanya harus diwaspadai. Bisa dilihat juga main di Bandung peluang-peluang mereka ada. Tetapi bagi saya, Arthur dan rekan rekan stoper lainnya tetap mewaspadai Ezechiel jika main," tegasnya.

Selebihnya, Hamka tak ingin berbicara soal pertandingannya melawan Persib. Sebaliknya, pemilik nomor punggung 23 ini memiliki harapan besar kepada suporter fanatik Arema agar bersikap baik saat menjamu Persib Bandung. 

Dia mengingatkan kepada rekan-rekan Aremania dan Aremanita. Kemarin kita dijamu dengan sangat baik walaupun ada sedikit dan itu wajar teror meneror dari suporter ke tim.

“Untuk teman-teman Arema mari kita tunjukan, kalian bisa menjadi contoh suporter lain. Saya harap kalian bisa mendukung penuh dengan kreativitas. Itu pesan saya," katanya. 

Bahkan dia berencana akan mengampanyekan antirasis kepada seluruh suporter fanatik Arema demi kemajuan sepak bola Indonesia. 

Kita akan membuat dua baju dengan bahasa Indonesia, karena kalau bahasa Inggris akan sangat panjang. Jadi saya gunakan kata-kata bahasa Indonesia agar dimengerti. Saya bersama-sama dengan Bobotoh Taqwa ayo antirasis demi sepak bola Indonesia.

“Itu merupakan yang pertama demi kemajuan Indonesia. Tulisannya sama 'Stop Rasis'. Kita bisa lihat atasan sudah membaik tinggal kita di bawah membaik demi sepak bola Indonesia," pungkasnya.


Editor : inilahkoran