Hampir 10 Kecamatan Terdampak Kemarau, Petani di Tasikmalaya Diimbau Ubah Pola Tanam

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya mengimbau petani beradaptasi menghadapi musim kemarau.

Hampir 10 Kecamatan Terdampak Kemarau, Petani di Tasikmalaya Diimbau Ubah Pola Tanam
Lahan persawahan di Tasikmalaya terdampak kemarau. DKP3 Kota Tasikmalaya mengimbau petani mengubah pola tanam dan menggunakan varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya mengimbau petani beradaptasi menghadapi musim kemarau. Caranya, dengan mengubah pola tanam dan menggunakan varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya Anisah Kardiayati mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko gagal panen di tengah menurunnya debit air irigasi.

Menurutnya, petani perlu menyesuaikan pola budidaya dengan kondisi ketersediaan air. Jika debit air tidak mencukupi untuk menanam padi seperti biasanya, petani disarankan beralih ke varietas yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

"Kalau memang betul-betul sudah tidak ada air, kondisi sudah kering, maka lahan sebaiknya dibiarkan bera (pengembalian kesuburan tanah dengan cara membiarkan tanah tanpa ditanami) terlebih dahulu daripada mengalami gagal panen," kata Anisah, Selasa (7/7/2026).

Dia menjelaskan, lahan bera tidak hanya menjadi langkah antisipasi saat kekeringan, tetapi juga dapat membantu memutus siklus hama dan penyakit yang berada di lahan pertanian sehingga kondisi tanah kembali lebih baik saat musim tanam berikutnya.

Anisah menyebut hampir 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya mulai terdampak musim kemarau. Wilayah yang paling merasakan dampaknya antara lain Kecamatan Purbaratu, Kawalu, Tamansari, dan Mangkubumi.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, pemerintah juga mengandalkan perbaikan jaringan irigasi yang saat ini sedang dilakukan pemerintah pusat, termasuk di Daerah Irigasi Cikunten II. Perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran distribusi air pada musim tanam berikutnya.

Selain itu, DKP3 Kota Tasikmalaya terus berkoordinasi dengan unit pengelola irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy untuk mengatur sistem pergiliran air ke lahan pertanian yang mulai mengalami kekeringan.

Meski sejumlah areal sawah mulai mengalami retakan akibat kekurangan air, hingga kini DKP3 Kota Tasikmalaya memastikan belum menerima laporan gagal panen maupun puso. Kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui pengaturan distribusi air irigasi.

Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, luas baku sawah di Kota Tasikmalaya mencapai 4.689 hektare yang menjadi lahan produktif pertanian di wilayah tersebut.


Editor : Doni Ramdhani