HANI 2019: Warga Minta Aktif Perangi Narkoba

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung Yeni Siti Saodah menyebutkan, narkotika di Indonesia disalahgunakan oleh para pecandu dalam rentang usia 10-59 tahun. Banyaknya pecandu berusia sekolah menjadikan lembaga pendidikan salah satu sasaran sosialisasi utama.

HANI 2019: Warga Minta Aktif Perangi Narkoba
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung Yeni Siti Saodah menyebutkan, narkotika di Indonesia disalahgunakan oleh para pecandu dalam rentang usia 10-59 tahun. Banyaknya pecandu berusia sekolah menjadikan lembaga pendidikan salah satu sasaran sosialisasi utama.

"Ini adalah wujud komitmen kita bersama dalam memberantas penyalahgunaan narkotika. Karena perlu gerakan masif dan kepedulian sehingga narkoba tidak merusak generasi bangsa untuk hidup sehat, cerdas dan berintelektual," ujar Yeni.

Ia menyebutkan, prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia terbilang cukup mengkhawatirkan, yakni 1,77% atau sekitar 3.376.115 orang. Diperkirakan, sebanyak 12.000 jiwa melayang setiap tahun karena narkotika.

Kajian 2018, BNN menemukan prevalensi penggunakan narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa menujukkan angka 3,2% yaitu 2.297.492 orang, dihitung dari total jumlah pelajar mahasiswa tahun 2018 sebanyak 15.440.000 orang. Sedangkan pada kelompok pekerja prevelansi setahun terakhir pakai sebesar 2,1 % atau setara dengan 1.514.037 orang, dihitung dari total jumlah pekerja formal sebanyak 74.030.000 orang.

"Di Kota Bandung, tahun 2019 ini kami sudah menemukan 81 kasus penyalahgunaan narkoba yang sedang diproses di kepolisian," imbuhnya.

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tingkat Kota Bandung berlangsung meriah. Acara yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung itu diikuti oleh berbagai komunitas anak muda, seperti Paskibraka Kota Bandung, komunitas sepeda, dan lain-lain.

Acara peringatan HANI 2019 yang mengangkat tema "Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas" ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada para tokoh yang berkontribusi dalam menyukseskan gerakan P4GN. Ada 12 sektor yang diberi penghargaan, mulai dari apoteker, masyarakat, pegiat pendidikan, Dinas Kesehatan, Ikatan Perkumpulan Pengusaha Reklame, media massa, hingga pegiat lingkungan.

Wali Kota Bandung Oded M Danial meminta seluruh warga Kota Bandung berpartisipasi memberantas narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Pasalnya, Pemerintah tidak akan bisa memberantas narkoba tanpa adanya dukungan masyarakat. 

"Upaya menciptakan generasi yang bersih dari narkoba tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, namun perlu potensi masyarakat yang digerakkan untuk berperan aktif dalam Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)," tutur Oded.

Pemkot Bandung telah bekerja sama dengan berbagai instansi vertikal, seperti kepolisian, TNI, dan BNN Kota Bandung. Salah satunya menggalakan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).

Dinas Kesehatan Kota Bandung juga telah menunjuk RSUD Kota Bandung dan 15 puskesmas untuk melayani rehabilitasi narkotika. Instansi kesehatan itu juga gencar menyosialisasikan gerakan anti narkotika kepada masyarakat.

Sosialisasi merupakan senjata utama pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sebab hal itu menjadi kekuatan untuk melindungi masyarakat dari bahaya laten narkoba, terutama pada generasi muda. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani