Hanni NewJeans Menangis Selama Audit Majelis Nasional

Hanni NewJeans jelaskan masalah yang terjadi dalam kasus perundungan di tempat kerja hingga dirinya mengeluarkan air mata.

Hanni NewJeans Menangis Selama Audit Majelis Nasional
Hanni NewJeans selama audit Majelis Nasional.

INILAHKORAN, Bandung - Pada hari Selasa, 15 Oktober 2024, Hanni NewJeans hadir sebagai saksi selama Audit Majelis Nasional.

Di mana sidang ini melibatkan Komite Lingkungan Hidup dan Ketenagakerjaan serta Komite Ekonomi, Sosial, dan Ketenagakerjaan.

Dalam sambutan terakhirnya, Hanni NewJeans dengan mata berkaca-kaca, berkata, “Saya berterima kasih kepada anggota Majelis Nasional karena telah menciptakan kesempatan ini."

"Sesi hari ini difokuskan pada isu-isu seperti perundungan dan pengucilan di tempat kerja. Dari pengalaman saya sendiri, saya menyadari bahwa hukum saja tidak dapat menyelesaikan setiap masalah di dunia," ungkapnya.

"Namun, saya percaya bahwa jika kita semua saling menghormati sebagai manusia, perundungan dan pengucilan di tempat kerja dapat hilang,” lanjutnya.

Dia melanjutkan, "Saya berharap tidak ada senior, rekan, junior, atau peserta pelatihan yang perlu khawatir tentang masalah ini."

"Saya telah melihat banyak orang mengungkapkan kekhawatiran terhadap kami, dan saya sangat berterima kasih atas hal itu," ujar Hanni NewJeans sambil meneteskan air mata.

Hanni NewJeans juga menambahkan, “Saya melihat banyak komentar yang menanyakan mengapa saya harus melalui ini di Korea."

"Namun, tidak ada yang perlu merasa kasihan karena Korea adalah negara yang memungkinkan saya bertemu dengan anggota dan staf saya, yang terasa seperti keluarga bagi saya, dan melakukan pekerjaan yang saya cintai.”

Dia juga mengungkapkan rasa frustrasinya, dengan mengatakan, “mereka yang seharusnya meminta maaf seharusnya tampil terbuka dan tanpa bersembunyi, tetapi kenyataan bahwa mereka menghindari hal ini sungguh membuat frustrasi.”

Terakhir, Hanni NewJeans tersenyum dan berkata, “Saya tidak tahu bagaimana lagi mengungkapkan rasa terima kasih saya, tetapi Kedutaan Besar Australia pun menghubungi orang tua saya karena khawatir."

"Mendengar bahwa mereka khawatir dan bersedia membantu saja sudah sangat saya hargai. Jika saya harus maju lagi, saya akan berusaha lebih keras untuk belajar bahasa Korea sebelum melakukannya. Terima kasih," tuturnya.***


Editor : Irma Nurfajri