Harga Minyak Goreng Kemasan Kembali ke Mekanisme Pasar, Emak-emak di Garut Puyeng
Saat ini, harga minyak goreng kemasan dikembalikan ke Mekanisme pasar. Itu yang membuat emak-emak di Garut semakin puyeng tujuh keliling.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Saat ini, harga minyak goreng kemasan dikembalikan ke Mekanisme pasar. Itu yang membuat emak-emak di Garut semakin puyeng tujuh keliling.
Bahkan, ratusan emak-emak di Garut yang mengantre hendak membeli minyak goreng kemasan di sejumlah pasar modern terpaksa balik kanan dan pulang dengan tangan hampa karena harganya kini kembali ke Mekanisme pasar.
Mereka hanya bisa geleng-geleng kepala dan menggerutu karena minyak goreng kemasan yang hendak dibelinya ternyata harganya sudah naik lantaran harganya sudah kembali ke Mekanisme pasar. Emak-emak di Garut yang terlanjur berebutan mengambil salah satu kebutuhan pokok itu pun urung membayar saat tiba di bagian kasir dan beramai-ramai mengembalikan barangnya ke rak pajang.
Baca Juga: Minyak Goreng Kemasan Kembali ke Mekanisme Pasar
Menyusul keadaan tersebut dan menghindari kejadian berulang, pihak pengelola pasar modern pun langsung memasang pengumunan harga terbaru migor dengan tulisan cukup besar. Barang minyak goreng kemasan yang semula seharga Rp28 ribu per dua liter, kini melonjak menjadi Rp48 ribu per dua liter.
"Harus bagaimana ini? Yang curah aja belum jelas di pasaran. Ini harga yang kemasan naiknya tinggi sekali," kata Ghia (35) warga Kecamatan Garut Kota, Rabu 16 Maret 2022.
Kenaikan harga minyak goreng kemasan di berbagai ritel/swalayan tersebut dengan cepat viral di media sosial. Bukan hanya di Kabupaten Garut melainkan di daerah lainnya terjadi hal serupa.
"Sama. Di sini juga pada naik," kata Enda (30) asal Cisayong Kabupaten Tasikmalaya melalui pesan Whats App.
Menurutnya, banyak warga urung membeli minyak goreng kemasan begitu diberitahu harga minyak goreng pada hari itu sudah berubah dengan kenaikan harga cukup tinggi dibandingkan sebelumnya. Padahal sebelumnya, mereka sempat mengantri demi mendapatkan migor dengan harga murah seperti hari-hari sebelumnya.
Tak pelak, naiknya harga minyak goreng kemasan itu membuat masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu dan pedagang kecil kian puyeng. Terlebih belakangan ini, harga berbagai barang kebutuhan pokok lain juga terus mengalami kenaikan.
Baca Juga: Stok Minyak Goreng Kemasan Minim, Tapi Jenis Ini Berlimpah
"Mau puasa Ramadan ini rasanya kayak diobok-obok. Bukan minyak saja, tapi hampir semua barang naik (harganya). Gula, kopi, susu juga naik. Mau sampai kapan ini terjadi?" ujarn Endy (40) warga Pataruman Tarogong Kidul kesal.
Kenaikan harga minyak goreng kemasan terjadi menyusul adanya pengumuman Pemerintah mengenai dicabutnya penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan Rp14 ribu per liter, dan menyerahkan harganya ke Mekanisme pasar.
Berkaitan hal tersebut, Pemerintah juga menetapkan HET minyak curah semula Rp11.500 per liter menjadi Rp14.000 per liter. (Zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran

