Harga Minyak Goreng Kemasan Melambung Warga Padalarang Urung untuk Belanja

Sejumlah warga yang awalnya akan berbelanja minyak goreng kemasan kembali mengurungkan niatnya lantaran tidak menduga harganya

Harga Minyak Goreng Kemasan Melambung Warga Padalarang Urung untuk Belanja
Sejumlah warga yang awalnya akan berbelanja minyak goreng kemasan kembali mengurungkan niatnya lantaran tidak menduga harganya bakal melambung.



INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah warga yang awalnya akan berbelanja minyak goreng kemasan kembali mengurungkan niatnya lantaran tidak menduga harganya bakal melambung.

Hal tersebut terjadi lantaran harga minyak goreng kemasan tiba-tiba melonjak naik tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga minyak goreng kemasan awalnya mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Seperti Ini Inovasi Tirta Pakuan Mengatasi Kebocoran


Untuk minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.000 per liter sementara kemasan premium Rp14.000 per liter. Sedangkan saat ini, harga minyak goreng kemasan premium Rp50.000 per dua liter.

Alhasil kondisi tersebut membuat kaget warga yang sebelumnya telah mengantre untuk mengambil minyak goreng yang disimpan di display. Saat mengetahui harganya naik jadi Rp50.000 per dua liter mereka banyak yang mengurungkan  niat untuk membelinya.

Pasalnya, pihak manajemen super market bahkan sudah memberikan pemberitahuan yang ditempel di rak display bertuliskan, "Sesuai dengan press release Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, harga minyak goreng sudah tidak bersubsidi (harga normal)".

Baca Juga: BTS Berhasil Bawa Pulang 10 Piala Penghargaan di Japan Gold Disc Awards 2022

"Gak jadi beli, harganya mahal jadi Rp50.000, gak mau, kirain masih Rp14.000/liter," kata salah seorang ibu rumah tangga, Siska (38), saat ditemui di Padalarang.

Warga lainnya, Sigit (43) menilai, harga minyak goreng kemasan saat ini sangat mencekik masyarakat terlebih kelas menengah hingga bawah. Apalagi mereka yang setiap hari membutuhkan minyak untuk keperluan pribadi dan berjualan.

"Harganya mahal, kasihan masyarakat. Tapi ya akhirnya mau enggak mau, terpaksa dibeli meskipun mahal," ujarnya.

Baca Juga: 5 Member VERIVERY Dikonfirmasi Positif Covid-19, Semua Aktivitas Dihentikan Sementara Waktu

Ia mengaku, heran ketika tiba-tiba ketersediaan stok minyak goreng jadi melimpah setelah pemerintah mencabut HET. Padahal, sebut dia, beberapa minggu sebelumnya dirinya selalu kelimpungan mencari minyak goreng dengan HET termasuk di supermarket.

"Sekarang harganya mahal, tapi barangnya banyak. Padahal sebelumnya pas HET Rp 14.000/liter, barangnya susah dan langka," pungkasnya. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran