Hari Disabilitas Internasioan Buat Orangtua Siswa Senang
orangtua siswi di Sekolah Luar Biasa (SLB) C YPLB Asih Manunggal, Kota Bandung mengaku sangat senang Hari Disabilitas Internasional dirayaka
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ega Peggy Senjatiningsih salah satu orangtua siswi di Sekolah Luar Biasa (SLB) C YPLB Asih Manunggal, Kota Bandung mengaku sangat senang Hari Disabilitas Internasional dirayakan diseluruh dunia.
"Saya sih, senang ada peringatan hari disabilitas Intetnasional. Anak saya kan down syndrom, jadi orang-orang itu aware sama anak-anak yang punya kebutuhan khusus, terus anak-anak kita juga banyak diapresiasi, tidak hanya di Indonesia, bahkan diseluruh dunia," kata Ega Peggy Senjatiningsih, kepada INILAHKORAN, Minggu 5 Desember 2021.
Menurut Ega, di luar negeri pun banyak sekali perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan atau memperkerjakan khusus untuk disabilitas, contohnya di Amerika. Hal ini menjadi sinyal positif bagi anak-anak, dan mereka memiliki semangat untuk lebih mandiri dan percaya diri.
Baca Juga: Hari Disabilitas Internasional, Ini Harapan Kepala SLBN Cicendo Bandung
"Misalkan, anak kita sukanya kesenian, ya kita arahkan saja di kesenian. Jadi, kita yang mengarahkan anak-anak untuk lebih berprestasi lagi, bisa jadi di mata pencaharian mereka, karena nggak sedikit juga kalau anak-anak disabilitas itu ada yang berumah tangga juga kedepannya," imbuhnya.
Dia merasa bersyukur sekali bahwa anak-anak disabilitas itu sudah mulai diperhatikan oleh dunia, bahwa mereka tidak dikucilkan oleh orang lain, dan juga mereka memiliki potensi yang besar, bahkan bisa lebih sukses dari anak-anak normal yang lainnnya.
"Tanggapan saya amat sangat positif, saya bersyukur banget sekarang anak-anak disabilitas banyak yang mensupport," imbuhnya.
Baca Juga: Peringati Hari Disabilitas Internasional 2021, Jokowi Lantik Komnas Disabilitas
Selain itu, sebagai orangtua siswi Vania Nur Syiffa, kendala yang dihadapi oleh anak itu hanya masalah cara berkomunikasi dengan anak. Menurut Ega Peggy Senjatiningsih, setiap anak itu cara pemahamannya berbeda-beda, ada yang bisa langsung mengerti dan tidak.
Kata dia, kadang mood-nya suka naik turun, kalau anak disabilitas itu tidak bisa ditebak, kalau sudah badmood susah, makan aja suka lupa, kalau dia sudah fokus satu kegiatan yang dia suka, itu sudah susah.
"Makanya, saya banyak berkoordinasi dengan guru, terutama walikelasnya. Soalnnya anak saya tuh lagi pada masa puber, lagi suka-sukanya pada lawan jenis, nah saya disini memang agak kesulitan, bagaimana cara menjelaskan bahwa dengan lawan jenis itu berbeda," imbuhnya.
Baca Juga: Beragam Kegiatan di Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019
Dia menambahkan, melihat hal tersebut, pihaknya menerapkan sistem baru kepada anak, bahwa kalau dekat dengan lawan jenis, ada aturan-aturannya.
"Karena dia pikir karena melihat Ibu dan Bapaknya pegangan tangan boleh, nah itu kesalahan saya. Makanya saya tuh lagi fokus-fokusnya banget," tambahnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran

