Hari Ibu, Seluruh Petugas Upacara di Mapolrestabes Bandung Dipercayakan kepada Polisi Wanita
Senin pagi, 21 Desember 2025, halaman Polrestabes Bandung tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya upacara peringatan Hari Ibu. Ia berubah menjadi panggung refleksi tentang perempuan, pengabdian, dan keteguhan hati. Untuk pertama kalinya, seluruh petugas upacara dipercayakan kepada polisi wanita.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Senin pagi, 21 Desember 2025, halaman Polrestabes Bandung tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya upacara peringatan Hari Ibu. Ia berubah menjadi panggung refleksi tentang perempuan, pengabdian, dan keteguhan hati. Untuk pertama kalinya, seluruh petugas upacara dipercayakan kepada Polisi Wanita.
Dari komandan upacara hingga pengibar Merah Putih, semuanya adalah polwan. Barisan itu berdiri tegap, rapi, dan penuh makna. Namun di balik ketegasan seragam cokelat, ada kisah-kisah yang jarang terlihat—tentang perempuan yang menjalani peran ganda, sebagai aparat penegak hukum sekaligus ibu.
Di Polrestabes Bandung, terdapat 136 polwan yang bertugas di berbagai fungsi. Mereka hadir di ruang-ruang yang sering kali menuntut keberanian dan ketenangan dalam waktu bersamaan. Dunia mereka terbagi dua: dunia tugas yang sarat risiko dan tekanan, serta dunia keluarga yang penuh kehangatan dan tanggung jawab emosional.
Hari itu, upacara menjadi simbol. Bukan hanya tentang kepemimpinan perempuan, tetapi tentang pengakuan bahwa ibu-ibu berseragam ini selama ini berdiri di garda depan, sering kali tanpa sorotan.
“Menjadi polwan sekaligus ibu adalah amanah besar. Di satu sisi kami dituntut profesional menjaga keamanan, di sisi lain kami tetap harus hadir penuh untuk keluarga. Hari Ibu mengingatkan kami bahwa pengabdian perempuan, sekecil apa pun, memiliki arti yang sangat besar,” ujar AKP Nurindah, salah satu perwira polwan di Polrestabes Bandung.
Naluri Ibu Tak Pernah Hilang
Kisah serupa disampaikan AKP Eny Rahayu Ningsih. Baginya, seragam bukan sekadar identitas profesi, tetapi tanggung jawab yang melekat dalam setiap peran yang dijalani.
“Seragam boleh sama, tugas boleh berat, tetapi naluri sebagai ibu tidak pernah hilang. Kami belajar membagi waktu, tenaga, dan hati agar tetap bisa mengabdi untuk negara tanpa mengabaikan keluarga. Hari Ibu adalah momentum untuk saling menguatkan sesama perempuan,” tuturnya.
Namun pengabdian polwan tidak berhenti di halaman upacara atau ruang kantor. Di lapangan, mereka memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas keamanan kota, termasuk saat menghadapi situasi paling sensitif: unjuk rasa.
Polwan Polrestabes Bandung tergabung dalam Tim Negosiator Polisi Wanita, yang bertugas sebagai garda terdepan dalam penanganan aksi demonstrasi. Dalam situasi yang penuh emosi dan potensi konflik, mereka hadir dengan pendekatan berbeda—bukan tameng dan pentungan, melainkan komunikasi dan empati.
Sebagai negosiator, polwan berperan sebagai fasilitator dan komunikator. Mereka mendengarkan aspirasi massa, memahami keresahan yang disampaikan, serta menjembatani komunikasi antara demonstran dan aparat kepolisian.
Melalui strategi komunikasi persuasif, bahasa yang menenangkan, dan pendekatan humanis, para polwan berupaya meredakan ketegangan dan mendorong tercapainya kesepakatan damai.
Pendekatan ini menjadikan polwan bukan hanya penegak hukum, tetapi juga penjaga kemanusiaan di tengah situasi rawan gesekan. Di saat suara meninggi dan emosi memuncak, merekalah yang berdiri paling depan, membuka dialog, dan mencegah konflik meluas.
Polisi Wanita Berprestasi
Di antara 136 polwan tersebut, terdapat pula sosok yang mencatatkan prestasi di tingkat internasional—satu anggota polwan Polrestabes Bandung dikenal sebagai atlet SEA Games, sementara satu lainnya pernah mengemban tugas sebagai Pasukan Garuda dalam misi perdamaian PBB.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa pengabdian polwan tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga membawa nama Indonesia ke dunia.
Ketika upacara Hari Ibu usai dan barisan dibubarkan, para polwan kembali ke peran masing-masing. Ada yang kembali ke ruang pelayanan, ada yang bersiap mengawal aksi massa, ada pula yang pulang untuk menjalani peran yang paling personal: menjadi ibu.
Hari ini, Polrestabes Bandung tidak sekadar memperingati Hari Ibu. Ia menegaskan satu hal penting—bahwa di balik keamanan kota, ada ibu-ibu berseragam yang menjaga dengan ketegasan, bernegosiasi dengan empati, dan mengabdi dengan hati.***
Editor : JakaPermana

