Hari Ini, Siswa SMK Laksanakan UNBK

INILAH, Bandung - Ujian Nasional tingkat SMK 2019 diselenggarakan serentak se-Indonesia mulai hari Senin (25/3/2019) sampai dengan Kamis (28/3/2019).

Hari Ini, Siswa SMK Laksanakan UNBK
Ilustrasi

INILAH, Bandung - Ujian Nasional tingkat SMK 2019 diselenggarakan serentak se-Indonesia mulai hari Senin (25/3/2019) sampai dengan Kamis (28/3/2019).

Pelajaran yang diujikannya yaitu, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Pelaksanaannya sendiri ada yang menggunakan kertas Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala SMKN 9 Bandung, Edi Purwanto mengatakan, sebelum memasuki UNBK, terlebih dahulu siswa sudah melaksanakan try out oleh gurunya, sehingga UNBK berlangsung aman dan terkendali.

"Aman terkendali. Ini yang ikut sebanyak 492 siswa, satu dari SMK Tadika Puri. Ini ruangan ada lima, semoga lancar, dan bisa bekerja atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya kepada INILAH, Senin (25/3).

SMKN 9 Bandung memiliki program keahlian, Usaha Perjalanan Wisata, Perhotelan, Kuliner, Tata Kecantikan, Tata Busana, dan Desain Komunikasi Visual.

Sementara, Kepala SMKN 6 Bandung, M Lukman menuturkan bahwa kendala dalam pelaksanaan ujian tersebut yakni jumlah alat atau komputer. Terlebih, dengan ikutnya dua sekolah swasta untuk UNBK.

"Kendala paling utama yaitu alat atau komputer, kebetulan kami kedatangan dua sekolah swasta. Dengan jumlah siswa bertambah 53 orang, maka harus menambah jumlah komputer untuk UNBK," ungkapnya di SMKN 6 Bandung, Jalan Riung Bandung, Kota Bandung.

Menurutnya, jumlah komputer yang telah disediakan yakni sekitar sepertiga dari jumlah siswa, yang berjumlah 925. Kemudian ditambah dari siswa sekolah, maka dibutuhkan sekitar 363 komputer.

"330 unit komputer sebagai alat ujian utama, dan sisanya cadangan jika diperlukan," kata M Lukman. Dikatakannya, sebelum UNBK, para siswa sudah terlebih dahulu mengikuti try out yang dilakukan setiap hari melalui ponsel.

Lebih jauh, dalam memaksimalkan try out tersebut, melakukan kerja sama dengan sekolah lain. "Try out sudah dilaksanakan dua bulan sebelum UNBK. Tapi tidak semua ikut karena berbagai alasan, seperti tidak punya kuota dan lain sebagainya," ujarnya.

Disinggung terkait sinkronisasi server, lanjutnya, tidak ada kendala dan berjalan lancar. Meski diakuinya waktu yang dibutuhkan lebih lama, karena bergantiannya setiap SMK di seluruh Indonesia dalam mengakses server.

Pihaknya berharap ujian yang dilakukan tiga sesi tersebut, dapat diikuti oleh semua siswa sesuai jadwal yang ada. Dengan demikian, tidak ada UNBK susulan.

"Walau UNBK tidak berpengaruh terhadap kelulusan, tapi tetap harus belajar bersungguh-sungguh. Karena akan berpengaruh ketika melanjutkan ke perguruan tinggi, maupun dunia kerja," tambahnya.

Di tempat lain, Kepala SMKN 3 Bandung, Euis Purnama mengatakan, jumlah siswa sebanyak 692. Dengan rincian Administrasi Perkantoran 215, Akuntansi 141, Multimedia 66, Pemasaran 206, Usaha Perjalanan Wisata 64 siswa.

"Alhamdulillah dari sesi pertama tidak ada kendala. Karena dari setiap ruangan satu lab, satu server. Semua anak semuanya sehat. Sampai Kamis ini semuanya sehat dan hasil yang memuaskan," harapnya.

Euis Purnama menyampaikan, sebagai pimpinan yang utama adalah memprioritaskan siswa dan memupuk anak-anak mempunyai karakter yang kuat. Sejak kelas 10 anak bisa belajar dan mandiri, begitu kelas 12 dirinya memotivasi untuk anak-anak.

"Walau pun UNBK itu tidak penentu kelulusan, tapi kita harus mempersiapkan diri, anak disiplin, bertanggung jawab dan mandiri karena itu bekal," pungkasnya.


Editor : inilahkoran