Hari Pahlawan 2021: Mantan Kopral di Cirebon Sedih, Nasionalisme Generasi Zaman Now Parah!

Generasi Zaman Now disebut Mantan Kopral di Cirebon Didi Supardi sangatlah parah. Dia mengaku sangat bersedih memaknai Hari Pahlawan 2021.

Hari Pahlawan 2021: Mantan Kopral di Cirebon Sedih, Nasionalisme Generasi Zaman Now Parah!
Kopral Veteran Didi Supardi berpose dengan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. Didi sedih melihat nasionalisme Generasi Zaman Now yang parah.

INILAHKORAN, Bandung- Hari Pahlawan 2021 bisa jadi momentum menumbuhkan rasa nasionalisme Generasi Zaman Now yang disebut seorang Mantan Kopral di Cirebon berada di titik 'parah'.

Perawakannya tidak terlalu tinggi. Namun badannya masih terlihat kekar. Otot lengannya masih menyisakan kekuatan pejuang kemerdekaan yang siap mati kapan saja ketika menghadapi penjajah. Ya, dia adalah Kopral Veteran Didi Supardi. Seorang pejuang kemerdekaan pada tahun 60an. Didi adalah kopral laut dan juga ketua Veteran Kota Cirebon.

Diusianya yang sudah 80 tahun, Didi malah mengaku miris melihat sikap generasi muda, terutama dalam memaknai jati diri sebagai bangsa indonesia. Generasi muda belakangan ini, justru kebanyakan memilih dan mengidolakan budaya-budaya barat. Padahal saat perang kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan, hampir semua rakyat indonesia bahu membahu berjuang.

Baca Juga: Studi: Produk Alternatif Efektif Kurangi Kecanduan Nikotin pada Rokok

"Perjuangan jenderal sudirman itu kan luar biasa. Sampai kita bisa merdeka, itu berkat jasa besar beliau. Tapi generasi muda sekarang banyak yang sudah lupa sejarah. Mereka seolah tidak peduli dengan nilai nilai juang 45," kata Didi, Minggu 7 November 2021.

Didi mengaku bersyukur, bisa menjadi bagian generasi muda pada tahun 1962. Saat itu usianya baru menginjak 19 tahun. Pada usia itu, selepas sekolah pelayaran dirinya diminta komandan lanal cirebon yaitu Kapten Laut Wardoyo, dikirim ke Jakarta. Tujuannya untuk bergabung dengan angkatan laut dalam rangka TRIKORA pembebasan Irian Barat.

"Saya ini di mobilisasi umum dari masyarakat dan saat itu belum menjadi tentara. Tapi karena TRIKORA tidak jadi perang, lalu saya diperintahkan lagi untuk bergabung di DWI KORA atau ganyang Malaysia," ucap Didi.

Baca Juga: Polisi Serahkan Barang-barang Milik Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah ke Pihak Keluarga

Lalu kata Didi, dirinya mulai menjadi bagian dari Tentara angkatan laut setelah bertugas di Kapal RI Natuda, yang memang daerah operasinya dipulau Natuna. Saat bergabung dan mulai pendidikan menjadi tentara angkatan laut, Didi mengaku malah sudah diberikan pangkat terlebih dahulu.

"Saya kan dari militerisasi atau berawal dari mobilisasi umum. Justru sebelum pendidikan saya sudah diberikan pangkat terlebih dahulu mas," jelasnya.

Selama menjadi tentara angkatan laut, Didi mengaku senang-senang saja dan jarang mengeluh. Pilihan hidup menjadi salah satu alasan dirinya bisa kuat menghadapi berbagai macam resiko, baik dilapangan maupun dikalangan internal keluarga. Istirinyapun selama ini sudah terlatih untuk menerima berbagai macam resiko termasuk kecilnya gaji tentara saat itu.

Baca Juga: Kabupaten Bogor Siaga Banjir Bandang, Ini Imbauan Bupati Ade Yasin untuk Warga

"Berapa sih gaji tentara saat itu. Tapi buktinya saya bisa membesarkan delapan anak anak saya. Mereka sekarang sudah bekerja dan tidak ada yang nganggur. Meskipun untuk disebutkan sukses, tergantung dari sudut mana kita memandang. Tapi saya bisa menyekolahkan anak anak saya dengan layak," ungkap Didi.

Saat menjadi veteran perang, Didi menilai perhatian pemerintah kepada para vetaran lumayan cukup besar. Ini dibuktikan dengan pemberian beberapa tunjangan dan gaji. Misalnya pemerintah memberikan tunjangan veteran dengan dana kehormatan. Ada juga pensiunan veteran dan diberikan dana kehormatan.

"Veteran itu kan macam macam mas. Ada veteran pejuang 45, ada veteran pembela Trikora dan Dwikora, ada veteran seroja dan veteran perdamaian. Saya masuk dalam kategori veteran Dwikora. Saya dapat gaji dapat juga tunjangan kehormatan, lumayan lah buat kebutuhan sehari hari," papar Didi.

Baca Juga: Sosok Ini Ingin Tubagus Joddy Sopir Vanessa Angel Dijerat Pasal Berlapis, Biar Ada Efek Jera!

Didi menambahkan, saat ini jumlah veteran yang ada di Kota Cirebon, tersisa tinggal 63 orang lagi. Namun selama dua periode dirinya menjabat sebagai ketua Veteran Kota Cirebon, jarang ada keluhan kesejahteraan yang muncul dari para anggotanya. Masalahnya, prioritas utama adalah bagaimana caranya anggota veteran mempunyai rumah yang layak huni.

"Program rutilahu kepada semua anggota veteran kota cirebon menjadi prioritas. Masalah lainnya semisal kebutuhan pokok kita selalu berkoordinasi satu sama lainnya. Tapi kalau boleh, kami juga meminta bantuan pemerintah supaya ada kenaikan tunjangan, atau gaji sekalian," tukasnya.*** (maman suharman)

 


Editor : inilahkoran