Hari Pertama Pendaftaran Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung Diserbu, Akun jadi Kendala

Hari pertama pelaksanaan SPMB Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung langsung dipadati calon orang tua murid yang datang untuk mencari kepastian informasi. 

Hari Pertama Pendaftaran Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung Diserbu, Akun jadi Kendala
Calon orang tua murid datang untuk mencari kepastian informasi pelaksanaan SPMB Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung, Senin (25/5/2026). (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung langsung dipadati calon orang tua murid yang datang untuk mencari kepastian informasi. 

Persoalan distribusi akun pendaftaran menjadi keluhan paling dominan, di tengah dimulainya proses seleksi yang berlangsung sejak 25 Mei 2026.

Meski antusiasme tinggi terlihat sejak pagi, pihak sekolah menegaskan bahwa SMAN 3 Bandung tidak membuka pendaftaran secara langsung di lokasi. Sekolah hanya melayani informasi, konsultasi, serta pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran daring.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas sekaligus Koordinator PPID SPMB SMAN 3 Bandung Agung Hadiat Zamil mengatakan, pendaftaran Sekolah Maung sepenuhnya dilakukan secara online melalui tautan resmi yang telah disiapkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Yang datang ke sekolah itu bukan untuk mendaftarkan diri, karena pendaftaran calon murid itu di rumah masing-masing secara online ke tautan Sekolah Maung,” kata Agung di SMAN 3 Bandung, Senin (25/5/2026).

Sekolah saat ini kata dia, fokus memberikan pelayanan informasi dan pengaduan terhadap berbagai hambatan yang dihadapi calon peserta didik maupun orang tua selama tahapan berlangsung.

“Yang sekarang di sekolah tujuan informasi dan pengaduan saja. Jadi informasi yang kami terima dari Dinas Pendidikan secara real time juga kami kasih. Jika ada kendala saat waktu pendaftaran seperti sudah dapat akun, sudah mendaftar, memasukkan berkas tapi tetap terkendala, silakan menghubungi kami di layanan pengaduan,” ujarnya.

Agung menyebut, layanan tersebut berlangsung mulai 25 hingga 29 Mei 2026. Namun, pada 27 Mei pelayanan sementara dihentikan karena hari libur.

Di hari pertama pembukaan, mayoritas orang tua yang datang ke sekolah mengaku cemas lantaran akun pendaftaran anak mereka belum diterima. Padahal, akun tersebut menjadi pintu utama untuk mengakses sistem Sekolah Maung. Agung mengungkapkan, distribusi akun memang telah berjalan sejak beberapa hari lalu, namun dilakukan secara bertahap.

“Nah, akun itu sudah diberikan dari kemarin, tapi bertahap dan sekarang hari ini informasi yang kami terima itu hari terakhir mendaftarkan akun pendaftaran,” ungkapnya.

Dia mengakui, masih ada calon peserta didik yang belum memperoleh akun hingga hari pertama pendaftaran dibuka. Untuk siswa lulusan SMP di Jawa Barat, pihak sekolah meminta agar lebih dulu berkoordinasi dengan operator sekolah asal.

“Untuk yang masih di Jawa Barat itu usahakan maksimalkan ikhtiarnya di operator SMP sampai dulu. Takutnya barangkali kesilep dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara bagi siswa lulusan SMP luar Jawa Barat, namun memiliki domisili dan kartu keluarga di Jawa Barat, pembuatan akun dilakukan melalui sekolah tujuan.

“Kalau sekolahnya di luar Jawa Barat, tapi tinggal di Jawa Barat, itu bikin akunnya ke sekolah tujuan boleh. Kami layani,” ujar Agung.

Hingga siang hari, jumlah masyarakat yang datang untuk berkonsultasi disebut telah mendekati 20 orang. Mayoritas mempertanyakan kepastian akun.

“Tadi rata-rata yang ditanyain akun, karena mereka resah juga mengenai akun yang belum dapat. Tapi makin siang malah ada yang sebelumnya belum dapat, pas datang ke sini ternyata sudah dapat,” katanya.

Berbeda dengan skema PPDB sebelumnya, Sekolah Maung tidak lagi menggunakan jalur zonasi. Sistem seleksi dibagi ke dalam tiga jalur utama.

Jalur pertama ialah potensi akademik, dengan kuota 10 persen dari total daya tampung. Jalur ini mensyaratkan IQ minimal 130 serta indikator kreativitas dan tanggung jawab tinggi berdasarkan hasil asesmen lembaga psikologi yang terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

“Untuk yang tadi potensi akademik yang 10 persen tadi itu IQ. IQ-nya minimal 130 dan ada keterangan bahwa anak ini punya nilai kreativitas tinggi dan punya tanggung jawab terhadap tugas tinggi,” jelas Agung.

Jalur kedua yakni prestasi akademik sebesar 70 persen. Kuota ini dibagi menjadi dua kategori, yakni 50 persen untuk nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta 20 persen untuk prestasi akademik seperti olimpiade.

Sedangkan jalur ketiga adalah prestasi non-akademik dan kepemimpinan, mencakup bidang olahraga, seni, hingga pengalaman organisasi.

“Khusus prestasi akademik dan non akademik minat bakat itu minimal dapat prestasinya juara 1, 2, dan 3 tingkat provinsi, minimal,” katanya.

Untuk jalur kepemimpinan, kata Agung, hanya ketua organisasi seperti OSIS, PMR, Paskibra, dan Pramuka yang dapat mendaftar.

“Ketua OSIS, ketua PMR, ketua Paskibra, Ketua Pramuka itu bisa melalui jalur tersebut, tapi ketuanya aja. Jadi wakil tidak bisa,” ujarnya.

Tahun ajaran ini, SMAN 3 Bandung menyediakan kuota sebanyak 320 murid yang terbagi dalam 10 kelas, masing-masing berkapasitas 32 siswa. Tidak ada penambahan rombongan belajar.

“320 murid, ada 10 kelas, masing-masing kelas 32 murid. Enggak ada penambahan rombel,” kata Agung.

Terkait isu adanya pembiayaan untuk Sekolah Maung, yang sempat beredar di masyarakat, pihak sekolah menegaskan hingga kini belum menerima petunjuk teknis resmi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat mengenai pungutan atau kontribusi orang tua.

“Untuk orang tua yang bertanya apakah berbayar atau tidak, dari aturan yang kami jalankan sekarang tidak ada pembiayaan untuk Sekolah Maung,” tegasnya.

Salah satu calon orang tua murid, Firman Hidayat (52) mengaku datang ke SMAN 3 Bandung karena tertarik memasukkan anaknya ke Sekolah Maung.

Namun yang menjadi kendala, karena anaknya lulusan SMP di luar Jawa Barat, sehingga pembuatan akun harus dilakukan melalui sekolah tujuan.

“Kami coba datang ke sini namun ternyata belum bisa. Karena dari Disdik belum didistribusikan,” katanya.

Firman berharap, distribusi akun segera dipercepat mengingat jadwal pendaftaran yang dinilainya cukup mepet.

“Harapan kami untuk akun ini bisa segera didistribusikan dengan cepat lah. Apalagi SMP anak kami sekolahnya dari luar Jawa Barat mau masuk ke Jawa Barat, cuman kami domisili Jawa Barat,” ucapnya.

Meski demikian, dia menilai kehadiran layanan informasi di sekolah cukup membantu orang tua memahami skema Sekolah Maung yang masih tergolong baru.

“Oh iya jelas membantu. Ini pengalaman pertama mengikuti jalur seperti ini,” tandasnya.

Berdasarkan informasi dari Disdik Jabar, pendaftaran SPMB 2026 Sekolah Maung dibuka sejak 25-29 Mei 2026. 25 Mei-2 Juni 2026 tahap verifikasi, 3 Juni 2026 tahap uji kompetensi dan penanganan masalah, 4 Juni 2026 rapat pleno dewan guru dan kepala sekolah, 5 Juni 2026 koordinasi kepala sekolah dan cabang dinas, 8 Juni 2026 pengumuman siswa yang lolos dan terakhir pada 9-10 Juni 2026 daftar ulang.

Sementara pada Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026, pendaftaran dan verifikasi dilakukan pada 29 Mei dan 2-8 Juni 2026. Pada 9 Juni 2026 tahapan uji kompetensi dan penanganan masalah, 10 Juni 2026 rapat dewan guru dan kepala sekolah, 11 Juni 2026 koordinasi kepala sekolah dan cabang dinas, 12 Juni 2026 pengumuman dan terakhir daftar ulang sesuai jalur.


Editor : Doni Ramdhani