Heboh Giring Sebut Anies Baswedan Pembohong, Begini Duduk Perkaranya

Plt Ketum PSI Giring Ganesha menuding Gubernur DKI Jakarta sebagai pembohong dan gagal mengatasi krisis Pandemi Covid-19.

Heboh Giring Sebut Anies Baswedan Pembohong, Begini Duduk Perkaranya
Plt Ketum Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha.

INILAHKORAN, Bandung - Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong.

Giring juga mengatakan bahwa Anies Baswedan tidak bisa mengatasi krisis pandemi Covid-19.

"Gubernur Anies Baswedan bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis. Indikator utama dalam menilai kegagalan Gubernur Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," ujarnya.

Baca Juga: JE Sahetapy Wafat, Rizal Ramli: Kawan Seperjuangan Melawan Sistim Otoriter

Lebih lanjut, giring menyebut bahwa Anies menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadinya untuk maju sebagai calon presiden 2024," ungkapnya.

Tak hanya itu, Giring juga menyinggung soal dana 1 Triliun yang digunakan untuk Formula E.

Baca Juga: Cara Menyambungkan Nomor Rekening dan E-Wallet agar Insentif Kartu Prakerja Gelombang 21 Cair

"Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balapan mobil Formula dan mengeluarkan 1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna. Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi Covid-19," tutur Giring.

Menurutnya, di situasi genting akibat pandemi ini memerlukan keterbukaan dan transparansi.

Baca Juga: Peluncuran Petani Milenial Lebah Madu, Ridwan Kamil Berharap Bisa Genjot Kuantitas

"Dengan hal itu kita bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis," ujar Giring.***(Firda Rachmawati)


Editor : inilahkoran