Heboh Nama Jalan Kemal Attaturk, Yusril: Akibat dari Permintaan Pemerintah RI

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra turut angkat bicara terkait polemik pemberian nama Jalan Kemal Attaturk di Jakarta.

Heboh Nama Jalan Kemal Attaturk, Yusril: Akibat dari Permintaan Pemerintah RI
Yusril Ihza Mahendra. (Antara Foto)

INILAHKORAN, Bandung - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra turut angkat bicara terkait polemik pemberian nama Jalan Kemal Attaturk di Jakarta.

Menurutnya, polemik itu muncul disebabkan permintaan pemerintah Indonesia.

Yusri mengatakan pemerintah Indonesia yang lebih dulu meminta agar nama jalan di dekat KBRI dirubah menjadi Jalan Soekarno. Hal ini diungkap Yusril Ihza Mahendra di akun Instagramnya, Kamis 21 Oktober 2021.

"Persoalan nama Jalan Kemal Attaturk kini mencuat ke permukaan dan menimbulkan polemik pro dan kontra. Usut punya usut ternyata, persoalan ini timbul sebagai akibat dari permintaan Pemerintah RI agar nama jalan di dekat KBRI Ankara diganti dengan nama Jalan Sukarno, Proklamator dan Presiden RI," kata Yusril Ihza Mahendra.

Baca Juga: Pejabat 'ABS' Berkeliaran di Istana, Jokowi Diminta Serius Telurusi Namanya

Menurutnya, permintaan yang diajukan pemerintah Indonesia itu dikabulkan oleh pemerintah Turki. Hal itulah sehingga Turki meminta ada nama Jalan Kemal Attaturk tak jauh dari kedutaan Turki.

"Permintaan itu dikabulkan Pemerintah Turki. Sebagai balasannya, Pemerintah Turki juga meminta hal yang sama. Agar ada jalan namanya Kemal Attaturk, tidak jauh-jauh dari Kedutaan Turki di Jalan Rasuna Said, Jakarta," terang Yusril Ihza Mahendra.

Namun, dia mengaku tak tahu apakah permintaan nama Jalan Kemal Attaturk tersebut dari Erdogan atau hanya dari kedutaan Turki.

Baca Juga: Relawan Bala Anies Apresiasi Deklarasi Dukungan Terhadap Anies Baswedan Sebagai Capres 2024

"Dari pengalaman permintaan resiprokal Pemerintah Turki, entah apakah itu pemerintahan Presiden Edrogan —yang sepanjang pemahaman saya lebih cenderung ke Islam yang beda dengan Sekularisme Attaturk— ataukah hanya permintaan Kedubes Turki di Jakarta, saya tidak tahu," ucapnya.

Atas kejadian ini, Yusril Ihza Mahendra mengingatkan agar pemerintah Indonesia tak lagi meminta negara lain untuk menjadikan nama tokoh Indonesia sebagai nama jalan. Karena menurutnya hal itu akan membuat pusing sendiri.

"Ke depan sebaiknya kita tidak usah lagi minta negara lain memberi nama jalan dengan tokoh-tokoh bangsa kita. Sebab, jika mereka juga minta nama tokoh mereka dijadikan nama jalan di Jakarta, kita bisa pusing sendiri," ujar Yusril Ihza Mahendra mengingatkan.***(yosep saepul ramdan)


Editor : inilahkoran